Peserta Workshop Saritilawah Al-Qur’an Bebaso Palembang Terima Sertifikat

Berita Utama42 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Peserta Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang tingkat SD dan SMP se-Kota Palembang menerima sertifikat usai mengikuti pelatihan yang digelar di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Rabu (10/6/2026).

Workshop tersebut dibagi menjadi dua kelompok peserta. Kelompok pertama terdiri dari siswa-siswi SD dan SMP yang mengikuti pelatihan pada 9–10 Juni 2026. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan dijadwalkan mengikuti pelatihan pada 11–12 Juni 2026.

Pada hari kedua sekaligus penutupan pelatihan untuk kelompok SD dan SMP, panitia menyerahkan sertifikat serta uang transport kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan sertifikat dan uang transport dilakukan oleh perwakilan Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Firman, bersama penanggung jawab kegiatan, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Firman menyampaikan apresiasi Ketua PMPB, M. Yusuf Malaya, terhadap penyelenggaraan workshop yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya Palembang melalui pembelajaran Saritilawah terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang.

“Ketua PMPB, Bapak M. Yusuf Malaya, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., beserta seluruh panitia yang telah sukses melaksanakan workshop,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., menyampaikan terima kasih kepada PMPB yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan Ketua PMPB, M. Yusuf Malaya, sangat membantu kelancaran kegiatan, termasuk dalam penyediaan uang transport bagi 120 peserta serta konsumsi untuk peserta dan panitia.

Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Terjemahan Al-Qur’an Bebaso Palembang ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca dan memahami terjemahan Al-Qur’an menggunakan bahasa Palembang, sekaligus menjadi upaya pelestarian kearifan lokal di tengah masyarakat.
(Kms. Sofyan Abdullah)

Komentar