MPR: Negara Harus Hadir dalam Memberikan Pelayanan Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman

Nasional290 Dilihat

JAKARTA,SumselPost.co.id – Lonjakan perkiraan jumlah pemudik tahun ini harus menjadi perhatian bersama, demi menciptakan mudik yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

“Peristiwa mudik ini merupakan kesempatan bagi negara untuk hadir dalam memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tegas Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Mewujudkan Mudik 2023 yang Aman dan Nyaman yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, pada Rabu (12/4/2023).

Diskusi yang dimoderatori Indra Maulana (Pemimpin Redaksi Medcom. id) itu menghadirkan Rudi Irawan (Kepala Sub Direktorat Rekayasa Lalu Lintas, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI), Brigjen Pol Dr. Aan Suhanan, Drs., M.Si (Direktur Penegakkan Hukum/Dirgakkum Korlantas Polri) dan Hadis Surya Palapa (Direktur Niaga PT. Kereta Api Indonesia (persero)) sebagai narasumber.

Hadir pula Dra. Hj. Okky Asokawati M.Si. (Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pembangunan dan Infrastruktur) dan Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai penanggap.

Menurut Lestari, peningkatan jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan 123,8 juta dari 85 juta pemudik tahun lalu, harus diantisipasi dengan perencanaan dan strategi yang matang.

Rerie, sapaan akrab Lestari berharap pelayanan terbaik dapat direalisasikan semua pihak di masa mudik melalui upaya memperlancar perjalanan, mengantisipasi kemacetan dan sedapat mungkin pemberian bantuan segera bagi yang  mengalami kesulitan selama perjalanan.

Menurut Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, mudik bukan sekadar pergerakan jutaan massa untuk mempererat silaturahmi setiap anak bangsa dari dan ke sejumlah daerah di tanah air. Lebih dari itu, mudik berdampak signifikan bagi  pertumbuhan sektor ekonomi daerah.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong sinergi dan kerja sama seluruh elemen demi menciptakan arus mudik dan balik yang  aman dan menyenangkan bagi masyarakat.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol. Aan Suhanan berpendapat kenaikan jumlah pemudik diperkirakan sekitar 40% lebih karena tiga tahun lebih masyarakat tunda mudik akibat pandemi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Aan menegaskan, pihaknya bersama instansi lainnya seperti Kemenhub, pengelola jalan tol sudah jauh-jauh hari mempersiapkan sejumlah strategi.

Baca Juga  Pengamat Sebut Hak Angket Pemilu DPR Prematur

Saat ini kata Aan, pihaknya dan sejumlah instansi terkait sudah melakukan survey kesiapan sarana dan prasarana jalan, serta membuat sejumlah simulasi bersama pengelola jalan tol.

Berdasarkan simulasi itu, bila hanya dilakukan pengaturan lalu lintas seperti biasa di masa mudik jalur ke luar Jakarta ke arah Timur bisa macet total.

Sehingga, direncanakan sejumlah rekayasa lalu lintas mulai pemberlakuan contra flow, one way dan ganjil-genap di sejumlah ruas tol.

Selain itu lanjut Aan, juga diterapkan pembatasan pengoperasian angkutan jalan bersumbu 3 ke atas, yang kecepatannya sangat rendah.

Sejumlah rekayasa lalu lintas itu menurut Aan, akan diterapkan di ruas tol Jakarta-Cikampek dan Cipali. Titik hambatan di jalan tol, menurut Aan, juga terjadi di rest area yang bisa menjadi penyebab kelambatan arus mudik. Sehingga pihaknya, juga akan mengatur arus masuk ke rest area agar tidak berhenti di depan tenant dan membatasi pemanfaatan rest area maksimal 30 menit.

Selain di jalan tol, pengaturan lalu lintas juga dilakukan di jalan-jalan arteri, terutama untuk pemudik dengan kendaraan roda dua yang diperkirakan akan mencapai 23 juta.

Dikatakan Aan, titik simpul mudik yang tahun ini menjadi perhatian Pemerintah, ujar dia, adalah Pelabuhan Merak. Di Pelabuhan Merak akan diberlakukan sistem delay kedatangan kendaraan ke dermaga untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Para pemudik kata dia, diwajibkan disiplin membeli tiket feri secara online untuk mencegah kemacetan di Pelabuhan Merak. Aan berharap penambahan sejumlah dermaga baru di Pelabuhan Merak dapat memperlancar arus mudik melalui pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheuni.

Kepala Sub Direktorat Rekayasa Lalu Lintas, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Rudi Irawan mengungkapkan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek dan Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan masih menjadi lima daerah dengan pergerakan orang terbanyak di masa mudik Lebaran.

Puncak arus mudik, kata Rudi, diperkirakan pada Jumat (21/4) dan puncak arus balik diperkirakan terjadi Selasa (25/4). Diperkirakan juga akan terjadi puncak arus balik ke-2 pada 30 April dan 1 Mei 2023.

Baca Juga  Tahan RUU PPRT, Puan Maharani akan Dilaporkan ke MKD

Rudi berharap masyarakat bisa melakukan mudik lebih awal agar tidak terjadi puncak mudik tunggal, yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Pada kesempatan itu, Rudi mengungkapkan, pada H-7 dan H+7 Lebaran, fasilitas jembatan timbang akan ditutup dan fungsinya akan dialihkan menjadi rest area di jalur arteri.

Rudi menghimbau agar masyarakat menggunakan angkutan umum yang resmi dengan menghindari travel gelap, agar perjalanan mudiknya lebih aman.

Untuk memantau keamanan mudik, Rudi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan sudah memasang 150 titik CCTV di sejumlah titik sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa.

Direktur Niaga PT. Kereta Api Indonesia (persero), Hadis Surya Palapa mengungkapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun ini juga menyelenggarakan mudik bersama dan menyediakan 67.000 tempat duduk gratis berbagai moda dan 14.000 tempat duduk gratis di antaranya disediakan oleh PT KAI.

Menurut Hadis, selain tempat duduk gratis, PT KAI juga menjual tiket dengan diskon pada tanggal keberangkatan tertentu. Di masa mudik Lebaran antara 14 April-2 Mei 2023, ungkap Hadis, PT KAI menambah jumlah perjalanan kereta  jarak jauh sebesar 19% dari hari biasa dengan menyediakan 3,06 juta tiket kereta, yang hingga Rabu (12/4) sudah terjual 1,8 juta tiket.

Diakui Hadis, saat ini tiket mudik gratis dengan kereta sudah habis dimanfaatkan para pemudik. Namun, tambahnya, ada program mudik bersama yang digelar PT KAI dan Kemenhub RI untuk mengangkut para pemudik dan motornya dengan kereta.

“Sangat disayangkan, program ini kurang diminati masyarakat, karena untuk satu motor hanya diperbolehkan maksimal dua orang penumpang saja,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan mudik aman, nyaman dan berkesan, menurut Hadis, PT KAI melakukan upaya peningkatan layanan di sejumlah stasiun seperti menyediakan layanan isi ulang air mineral, pojok baca dan pemberian door prize di setiap perjalanan kereta.

PT KAI, juga berencana mengoperasikan face recognation boarding gate di stasiun untuk memperlancar proses boarding di stasiun saat terjadi lonjakan pemudik.

Baca Juga  Anis Matta Berharap Presiden Jokowi Jadi Juru Damai Konflik Palestina-Israel

Pada kesempatan itu, Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Okky Asokawati berpendapat pada masa mudik Lebaran tahun ini dihimbau agar masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor, mengingat rendahnya tingkat keamanan kendaraan roda dua itu untuk perjalanan jarak jauh.

Okky mendorong pengoperasian rest area type C di jalur-jalur mudik untuk mengantisipasi terjadinya simpul-simpul kemacetan akibat antrean pemudik ke toilet.

Selain itu kata Okky, kondisi jalan-jalan alternatif juga harus diperhatikan lewat  perbaikan segera sejumlah jalan yang rusak, untuk menciptakan mudik yang nyaman dan aman.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi berpendapat mudik merupakan uji nyali pelayanan publik di Indonesia. Karena, tambahnya, masa mudik merupakan situasi yang tidak normal.

Tulus mendorong di masa mudik ini semua pihak mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengoperasian moda transportasi apa pun.

Terkait kemacetan di Pelabuhan Merak, Tulus mengungkapkan, hal itu disebabkan masih banyak dijual tiket-tiket penyeberangan secara fisik di sejumlah lokasi di sekitar pelabuhan.

Selain itu terkait potensi kemacetan di rest area di sejumlah ruas tol saat mudik, Tulus menilai, diperlukan management yang baik terutama ketersediaan jumlah toilet dan ketersediaan area parkir bus umum yang memadai.

Dalam pengaplikasian rekayasa lalu lintas, Tulus berharap para pemangku kepentingan dapat menginformasikan lebih awal agar para pemudik dapat mengantisipasi dengan baik.

“Terkait pemanfaatan jalur alternatif pada masa mudik Lebaran, saya mendorong agar pihak terkait melengkapinya dengan rambu-rambu lalu lintas yang jelas, agar para pemudik dapat meliantas dengan aman,” tambahnya.(MM)

 

Komentar