Maritim Muda Nusantara Gelar Diskusi publik banjir di Sumsel, ” Benarkah Akibat Daya Dukung Lingkungan Terganggu”

Sumselpost.co.id. Palembang,- Diskusi publik banjir di Sumsel, Benarkah akibat daya dukung lingkungan terganggu, yang di gelar di Hotel Maxone, Jalan R.Sukamto Palembang, Jum’at  (22/3/2024).

Diskusi publik banjir di Sumsel ini menghadirkan Keynote Speaker dan Narasumber diantaranya: Ketua Daerah Maritim Muda Nusantara Sumsel Andi Wiradinata S.Pi, Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva S.Ked, Ruspanda Karibullah S.T dan Puri Melta Sati S.Sos.

Pada kesempatan tersebut, selaku Duta literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva sebagai keynote speaker mengatakan, Sebagai seseorang yang memiliki background di dunia kesehatan, saya diminta untuk memberikan inside kepada mereka apa saja yang bisa menjadi dampak dari banjir di dunia kesehatan dan juga bagaimana cara mencegahnya.

“Dengan background berbeda tersebut, apapun gagasannya, saya sudah minta notulinenya. Jadi kalau sudah ada hasil akhir boleh dikasih tahu ke saya, biar nanti insya Allah bisa dibawa nasional

Baca Juga  Gede Pasek akan Serahkan Jabatan Ketum PKN ke Anas Urbaningrum

Di tempat yang sama, Andi Wiradinata , selaku Ketua daerah Maritim Muda Nusantara menambahkan, Sebagai generasi muda hendaknya memberikan kontribusi yang nyata, khususnya kami dari maritim muda nusantara Sumsel Ini, mengadakan diskusi publik dengan mengangkat isu banjir di Sumsel karena menurut kami tingkat kepedulian pemuda terhadap lingkungan masih rendah dan banjir di Sumsel ini khususnya kota Palembang menunjukkan bahwasanya termasuk hampir kategori parah.

“Jadi kami mengadakan diskusi publik ini ingin mengajak peran pemuda untuk mengantisipasi, dan tentunya juga stakeholder untuk mengawasi dan mengambil tindakan. Kedepannya semoga daerah-daerah yang tergenang banjir di Sumsel bisa teratasi, dan juga tidak ada kendala-kendala lagi,” Ujarnya.

Baca Juga  Fahri Hamzah: Jadi Superpower Baru, Indonesia Harus Lakukan Tiga 'Ledakan' Ini!

Menurutnya, sebagai generasi muda harus benar-benar perspektif. Pandangan kami sebenarnya tidak ada yang salah, tetapi memang salah kita semua, baik dari segi stakeholder atau pemerintahan dalam meregulasi peraturan-peraturan yang kurang jelas yang tidak bisa dipahami secara logika oleh masyarakat bawah.

“Ini mungkin kesalahan kita semua seperti buang sampah sembarangan, tidak menjaga lingkungan sekitarnya, maka aliran air itu terhadang yang mengakibatkan banjir. Memang kurangnya rasa kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan juga dari stakeholder maupun instansi, kurangnya sosialisasi dan peraturan yang langsung turun ke bawah yaitu masyarakat bawah,” Terangnya.

Terkait Pilkada di Sumsel, Andi mengatakan, kami akan melakukan deklarasi Pilkada damai, mengingat Pilkada Sumsel yang sudah hampir dekat.

Baca Juga  TelkomGroup Sigap Pastikan Kelancaran KTT ke-43 ASEAN di Jakarta

“Kiita sudah melihat ada beberapa calon kandidat, maka dari itu kita mengantisipasi hal-hal perpecahan yang tidak kita inginkan. Kami sebagai generasi muda khususnya maritim muda nusantara dan ruang gagasan Sumsel ini bisa mengakomodir pemuda dan juga mendapatkan peraturan-peraturan atau regulasi baik itu tentang lingkungan yang bisa disosialisasikan agar masyarakat bisa melaksanakan dan bisa membantu atau kolaborasi dengan steakholder pemerintahan,” Pungkasnya.( Ocha)

Komentar