Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026

Nasional74 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menerima penghargaan KWP Award 2026 dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) kategori Fraksi Peduli Eksistensi dan Pengembangan Pendidikan Pesantren.

Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mengapresiasi dan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja nyata PKB yang konsisten memperjuangkan dunia pesantren.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan KWP Award 2026 yang diberikan kepada Fraksi PKB. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja nyata PKB dalam memperjuangkan pendidikan pesantren,” tegas Jazilul Fawaid seusai menerima KWP Award 2026 di Gedung Pustakaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, Fraksi PKB akan terus berada di garis depan dalam mengawal eksistensi dan pengembangan pesantren, baik melalui fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan. “PKB dilahirkan dari rahim pesantren. Karena itu, memperjuangkan kepentingan pesantren bukan pilihan politik, melainkan mandat ideologis. Ketika pesantren menghadapi persoalan, PKB menjadi yang pertama hadir dan memperjuangkannya,” ujarnya.

Jazilul menekankan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa negara tidak boleh abai terhadap peran strategis pesantren dalam membangun karakter bangsa. “Pesantren adalah benteng moral, pusat pendidikan karakter, sekaligus pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, negara wajib hadir melalui kebijakan yang berpihak, anggaran yang memadai, dan afirmasi yang berkelanjutan. Fraksi PKB akan memastikan hal tersebut terus diperjuangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Juri KWP Award 2026, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa indikator utama penilaian didasarkan pada konsistensi dan kontribusi nyata PKB terhadap dunia pesantren. “Kita tahu PKB memiliki basis kuat di kalangan nahdliyin. Relasi antara nahdliyin dan pesantren itu tidak terpisahkan. Karena itu, perhatian PKB terhadap pesantren bersifat linear dan autentik,” tuturnya.

Ia menyoroti kontribusi strategis PKB dalam mendorong pengakuan negara terhadap pesantren, salah satunya melalui lahirnya Hari Santri Nasional. “Lahirnya Hari Santri Nasional dan Undang-Undang Pesantren merupakan bentuk penghargaan negara terhadap eksistensi pesantren, dan PKB memiliki peran besar dalam proses perjuangannya,” tambah Abdul Hakim.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, PKB dinilai aktif mendorong berbagai kebijakan penguatan pesantren, mulai dari konsolidasi kelembagaan, dukungan pembiayaan, hingga program pengembangan pesantren di berbagai daerah. “PKB menjadi salah satu fraksi yang paling konsisten dan progresif dalam memperjuangkan penguatan pesantren di tingkat kebijakan nasional,” pungkasnya. (MM)

Komentar