Komisi IX DPR Dukung Program Dokter Terbang, Minta Kesejahteraan Nakes Tetap Diperhatikan

Nasional11 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyambut baik rencana pemerintah menghadirkan program dokter terbang untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

Hal itu disampaikan Charles menanggapi pidato kenegaraan Presiden RI usai Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

“Tentu kita menyambut baik, karena hari ini kita menyadari bahwa fasilitas kesehatan termasuk kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga medis masih jauh dari kata memadai. Jadi kalau ke depan ada rencana, ada program seperti itu (dokter terbang) tentu kita sangat mendukung karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Charles, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Namun, Charles mengingatkan agar penguatan layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas dan program baru. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan anggaran kesehatan serta kesejahteraan tenaga kesehatan tetap terjaga.

Ia mengungkapkan masih menerima banyak keluhan dari tenaga kesehatan, khususnya ASN di sejumlah daerah, terkait tunjangan yang mengalami pengurangan bahkan belum diterima selama beberapa bulan. “Ke depan fasilitas kesehatan kita perbaiki, layanan kepada publik kita perbaiki tetapi jangan melupakan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis,” katanya.

Charles menilai kesejahteraan tenaga kesehatan memiliki kaitan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan kondisi yang layak sehingga pelayanan kepada pasien tetap optimal.

Terkait program dokter terbang, Charles berharap kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan. Namun, ia meminta pemerintah memastikan seluruh aspek program dipersiapkan secara matang sebelum diterapkan.

“Saya berharap ini bisa direalisasikan secepat-cepatnya. Tetapi sekali lagi harus dipastikan apapun program yang dicanangkan termasuk dokter terbang harus dipersiapkan dengan baik. Jangan tergesa-gesa,” ujarnya.

Charles mengingatkan pemerintah agar mengambil pelajaran dari pelaksanaan sejumlah program sebelumnya yang dinilai menghadapi persoalan karena implementasinya tidak didukung persiapan yang cukup. Percepatan program harus tetap berjalan beriringan dengan perencanaan dan kesiapan pelaksanaan.

“Jangan tergesa-gesa lalu nanti dijalankan karena tidak ada persiapan yang baik, maka implementasinya kurang ideal,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Diketahui, dalam Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada keterbatasan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil di Indonesia. Demi memastikan seluruh rakyat memiliki akses ke fasilitas kesehatan, beliau menjanjikan inovasi baru, termasuk penyediaan ambulans udara dan tim dokter terbang.

“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, pada Jumat (14/8).

Fasilitas ambulans udara, sambung dia, dirancang agar bisa mendarat di medan-medan sulit, mulai dari lapangan rumput, area berpasir, hingga tepi sungai. Prabowo mengaku kerap mendapat laporan mengenai ibu hamil dan bayi yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat jarak fasilitas kesehatan yang terlampau jauh. Ia menegaskan hal tersebut tidak boleh terulang lagi. (MM)

Komentar