Palembang, Sumselpost.co.id – Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) kembali menggelar kegiatan pembelajaran Bebaso Palembang yang telah memasuki pertemuan ke-8. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/06/2026) di Rumah Cek Mas, Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju, Palembang.
Kegiatan belajar Bebaso Palembang ini menghadirkan pengajar Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., serta turut dihadiri Drs. Kgs. Edy Arfa’i, M.Si. Sebelumnya, kegiatan dari pertemuan pertama hingga ketujuh dilaksanakan di Sekretariat KKP, Jalan Dempo Palembang.
Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran Bebaso Palembang merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian budaya daerah agar bahasa tersebut tetap dikenal dan digunakan, khususnya oleh generasi muda.
“Belajar Bebaso Palembang ini merupakan upaya untuk melestarikan nilai budaya daerah, sekaligus mengenalkan dan mengembangkan penggunaannya kepada generasi muda saat ini,” ujar Zuhdiyah.
Sementara itu, Drs. Kgs. Edy Arfa’i, M.Si., mengatakan bahwa Bebaso Palembang memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan Kesultanan Palembang Darussalam.
Menurutnya, Bebaso Palembang merupakan bahasa yang pernah digunakan masyarakat sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam hingga beberapa generasi sebelumnya. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaan bahasa tersebut mulai berkurang.
“Bebaso Palembang merupakan bahasa yang digunakan sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam dan berlanjut hingga beberapa generasi lalu. Setelah itu penggunaannya mulai berkurang. Sejak tahun 2018, kami bersama para penggiat budaya berupaya menghidupkan kembali penggunaan Bebaso Palembang agar tetap lestari,” jelas Edy Arfa’i.
Dalam kegiatan tersebut, jumlah peserta pembelajaran Bebaso Palembang terus bertambah. Para peserta terlihat antusias mengikuti proses pembelajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, KKP berharap Bebaso Palembang dapat terus diwariskan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Palembang.
(Kms. Sofyan Abdullah)












Komentar