Palembang, Sumselpost.co.id – Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) kembali menggelar pelatihan Belajar Bebaso Palembang di Kedai Pempek Pak Raden, Jalan Radial, Palembang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan pertemuan ke-15 dalam rangkaian program pelestarian Bahasa Palembang Halus atau Bebaso Palembang.
Pelatihan dipandu oleh Drs. Kgs. Edy Arfa’i, M.Si. Sementara itu, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., yang juga menjadi pengajar dalam program tersebut, tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah.
Menurut panitia, pelatihan Belajar Bebaso Palembang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu. Pada 12 pertemuan pertama, kegiatan berlangsung di Sekretariat KKP di Jalan Dempo, Palembang. Selanjutnya, lokasi pelatihan berpindah-pindah agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Program tersebut bertujuan melestarikan Bebaso Palembang sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang dinilai mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesepuh wong Palembang, RHA. Rahman Idris atau yang akrab disapa Mang Aman, mengatakan pelestarian Bebaso Palembang merupakan inisiatif para sesepuh yang prihatin terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa tersebut.
“Kami para sesepuh wong Palembang merasa prihatin karena Bahaso Palembang Halus atau Bebaso Palembang hampir punah ditelan zaman. Karena itu kami mengusulkan kepada pengurus KKP agar kembali mengangkat dan melestarikan penggunaannya. Alhamdulillah, usulan tersebut diwujudkan melalui pelatihan ini,” ujar Mang Aman.
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris KKP, Kms. Idham Abubakar, S.P. Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena antusiasme mengikuti pelatihan terus meningkat pada setiap pertemuan. Kami berharap Bebaso Palembang dapat kembali digunakan oleh masyarakat Palembang maupun daerah lain di Sumatera Selatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa sejak 2024, Bebaso Palembang telah menjadi salah satu materi muatan lokal di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Palembang. Program tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Sejumlah peserta yang hadir pada pertemuan ke-15 antara lain Cek Ria, Cek Astini, Cek Asma, Cek Ana, Cek Mas, Cek Mira, Mang Herman, Mang Yunus, Mang Mail, Mang Alfian, Mang Yahman, dan Mang Kelana, serta peserta lainnya.
(Kms. Sofyan Abdullah)

















Komentar