Ketua FPB dan SMB lV Sepakat Optimalkan Wisata dan Budaya Sumsel

Berita Utama1007 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Acara festival Bukit Siguntang ulu melayu berlangsung semarak dan meriah dihadiri oleh ketua FPB Idham Rianom dan Sultan Fauwaz Diraja SMB lV Jayo Wikramo masing masing sebagai Narasumber Talk show yang bertema ” Bukit Siguntang Ulu Melayu ”

Acara di hadiri Ketua Forwida Sumsel sekaligus pihak penyelenggara, DR Diah K Pratiwi serta Budayawan Dr Zulkhair Ali yang menjadi narasumber menggantikan Toni Panggarbesi yang berhalangan hadir.

Baca Juga  Fitriana SH, Bacawako Palembang Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

Ketua FPB Idham Rianom mengatakan “Bukit Siguntang perlu dioptimalisasi sehingga tidak hanya menjadi tempat Festival dan seminar namun lebih dari itu dapat dijadikan tempat wisata andalan sehingga dapat menghasilkan PAD dan geliatkan UMKM di wilayah setempat,” katanya

Lebih lanjut, Umpamanya saja dengan dibangun menara Teropong yang diberi nama “Siguntang Srwijaya Tower” merupakan ikon baru wisata di sumsel dibawahnya dapat pula digelat tenan atau tenda Payung tempat jualan kuliner khas Palembang pempek tekwan model lakso burgo dan lain-lain.

Baca Juga  Edison -Sumarni Terpilih Jadi Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Laskar Serasan Sekundang RAPI Dukung Dan Terima Pleno Rekapitulasi KPUD

” Juga dapat digelar tenan tenda tempat jualan souvenir khas Palembang seperti tanjak jumputan mainan kunci kaos dan lain-lain. Sehingga akan terjadi transaksi jual beli yang cukup ramai di tempat ini,” tandasnya.

Dan pada kesempatan Ketua FPB menyarankan dibentuknya Tim Terpadu Sinergitas dan Kolaborasi terdiri dari Budayawan pakar pariwisata Pemerintah dan swasta serta akademisi.Sehingga asset wisata yang ada tidak terbengkalai

Baca Juga  Langgar Perda, Baliho Berbau Politik Segera Dicopot

Sementara SMB lV Jayo Wikramo mengatakan,” perlunya pewarisan nilai sejarah kepada generasi Z agar tetap mencintai Budaya asli indonesia.
Sehingga terkontaminasi dengan Budaya dari luar neger,” pungkasnya. ( Ocha)

Komentar