Palembang, Sumselpost.co.id — Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Drs. Kgs. Sulaiman Amin, secara resmi menutup kegiatan Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Al-Qur’an Bebaso Palembang, Jumat (12/6/2026), yang digelar di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.
Dalam sambutannya, Sulaiman Amin menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya Palembang sekaligus memperkuat nilai keagamaan.
“Kami Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Kebudayaan Kota Palembang merasa bangga kepada pihak penyelenggara, dalam hal ini Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., selaku penerima manfaat dana Indonesiana, serta para peserta workshop. Semoga kegiatan ini memberikan keberkahan bagi kita semua, khususnya Kota Palembang yang kita cintai,” ujar Sulaiman Amin.
Ia menambahkan, Saritilawah Al-Qur’an Bebaso Palembang merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah yang memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Dengan mengucapkan Alhamdulillah, kegiatan Workshop Pelatihan Membaca Saritilawah Al-Qur’an Bebaso Palembang resmi saya tutup,” katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. Zuhdiyah, M.Ag., selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan yang telah memfasilitasi tempat, akomodasi, serta berbagai kebutuhan pelaksanaan workshop.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Palembang yang memberikan rekomendasi peserta yang terdiri dari siswa dan guru se-Kota Palembang.
“Terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Kota Palembang yang telah memfasilitasi kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Palembang yang memberikan rekomendasi kepada peserta, serta Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumsel yang telah membantu transportasi peserta dan uang pembinaan bagi pemenang lomba Puitisasi Saritilawah,” ujar Zuhdiyah.
Apresiasi juga disampaikan oleh Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumsel melalui Sekretaris Jenderal PMPB Sumsel, Sopan Sopian.
Ia menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PMPB Sumsel yang tidak dapat hadir karena menjalankan tugas di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Kegiatan ini sangat positif karena mengangkat dan melestarikan nilai agama serta budaya. Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, sedangkan Bahasa Palembang adalah warisan budaya daerah yang harus terus dilestarikan,” ungkap Sopan Sopian.
Kegiatan workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya Bebaso Palembang serta meningkatkan minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya.
(Kms. Sofyan Abdullah)














Komentar