Kapolda Sumsel Kirimkan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Korban Banjir OKU

Berita Utama253 Dilihat

Palembang Sumselpost.co.id – Kapolda Sumatera Selatan Irjen A Rachmad Wibowo melalui Kabid Humas Kombes Sunarto menegaskan kepolisian harus cepat tanggap dalam memberikan perlindungan dan pengayoman termasuk membantu kesulitan warga masyarakat terdampak bencana banjir.

“Itu sebagai bukti hadirnya negara ditengah masyarakat, apalagi saat terjadinya bencana alam seperti banjir yang melanda kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat ini. Polisi harus hadir membantu kesulitan warga masyarakat disana,” tegas Kombes Sunarto kepada awak media, Rabu (8/5/2024)

Narto mengatakan Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap bencana banjir OKU dan telah memerintahkan Kapolres AKBP Imam Zamroni dan jajaraannya untuk terjun langsung membantu masyarakat disana. Tidak hanya itu, disebutkan hari ini Kapolda mengirimkan bantuan untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan dilokasi banjir OKU.

Baca Juga  Petugas Bandara SMB II Palembang Temukan Barang Ilegal di Kargo

“Pak Kapolda sudah memerintahkan Kapolres untuk terjun langsung kelokasi, membantu masyarakat dan melakukan langkah untuk meringankan beban masyarakat, mengevakuasi korban dan berkoordinasi dengan pemda setempat untuk menyediakan lokasi pengungsian serta mendirikan dapur umum,” ujarnya.

“Dan hari ini telah diberangkatkan bantuan sembako dari Kapolda Sumsel untuk korban bencana banjir OKU. Sebanyak 2 ton beras, 2 ton minyak goreng, 2 ton gula pasir, 36 dos kopi, 50 dos teh Pucuk dan 150 kotak makanan tambahan Polri telah diberangkatkan personel Biro Logistik Polda menggunakan truk. Ini untuk membantu meringankan warga disana,” urainya.

Baca Juga  Aqiqah dan Selamatan Khitanan Dikediaman Kades Aur Duri Rambang Niru Meriah & Khidmat

Sebagaimana diberitakan, hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari lalu diwilayah OKU telah mengakibatkan debit air sungai yang terus naik, meluap dan membanjiri sejumlah wilayah dikabupaten tetsebut. Terdata 2 kecamatan dengan 16 kelurahan terdampak banjir, lebih dari 1500 rumah warga terendam banjir dan mengakibatkan putusnya jembatan gantung di Karang Agung serta merendam setidaknya 10 hektare lahan perkebunan dan pertanian.(J.red)

Komentar