Ice Trisnawati, Satu-satunya Kandidat Perempuan INKINDO Sumsel, Usung Semangat “Ikhlas Melayani” dan Konsultan Naik Kelas

banner1080x1080

SumselPost.co.id. Palembang – Ir. Ice Trisnawati, SE., ST., MT., menjadi sorotan sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam kontestasi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sumatera Selatan. Perempuan kelahiran Tanjung Agung, 30 November 1984 ini maju dengan membawa visi besar untuk mendorong konsultan daerah agar mampu bersaing di level nasional.

Beralamat di Perumahan Bukit Sejahtera Blok BX 15 Palembang, Ice dikenal sebagai sosok yang konsisten membangun kapasitas diri, baik di dunia akademik maupun profesional. Perjalanan pendidikannya terbilang panjang dan lintas disiplin, dimulai dari SD Negeri 444 Palembang (1997), SMP Negeri 47 Palembang (2000), dan SMU Negeri 12 Palembang (2003). Ia kemudian meraih gelar S1 Ekonomi dari Universitas IBA Palembang (2007), dilanjutkan S1 Teknik Sipil Universitas Palembang (2021), serta S2 Magister Teknik Sipil Universitas Narotama Surabaya (2023).

Tak berhenti di sana, Ice terus mengembangkan diri dengan menempuh Program Doktoral (PhD) Civil Engineering di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia sejak 2024 hingga sekarang. Ia juga menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur di Universitas Hasanuddin (2024) serta tengah menjalani studi S1 Ilmu Hukum di Universitas Narotama Surabaya (2025–sekarang).

Dalam kiprah organisasi, Ice aktif berkontribusi di berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai Wakil Ketua DPP INKINDO Sumatera Selatan (2018–2022), Ahli Perpajakan INKINDO Sumsel (2018–2022), serta perwakilan Srikandi INKINDO Sumsel pada periode yang sama. Saat ini, ia menjabat sebagai Ahli Sipil di Badan Advokasi dan Mediasi INKINDO Sumsel (2022–2026) serta Sekretaris Dewan Pengawas PERTAKINDO Sumsel (2023–sekarang).

Pengalaman profesionalnya juga tak kalah mentereng. Ice memulai langkah dengan mendirikan CV Mohem pada 2011 yang kemudian berkembang menjadi PT Mohem Gemilang Perkasa pada 2024. Perusahaan tersebut kini dipercaya menangani berbagai proyek, termasuk proyek nasional, seperti pengawasan teknis di Yogyakarta hingga pekerjaan pemetaan di Sulawesi Tengah. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen Teknik Sipil di Universitas Palembang sejak 2023, serta menjadi asesor kompetensi di sejumlah lembaga, seperti BNSP LSP Gatensi Karya Konstruksi, LSP K3, dan LSP Gataksindo.

Dalam bidang keilmuan, Ice juga produktif menghasilkan karya. Sejumlah publikasi dan karya ilmiahnya telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dan terbit di jurnal nasional maupun internasional. Ia juga menulis buku ajar berjudul Material Konstruksi (2025) serta aktif dalam konferensi internasional di bidang teknik sipil dan lingkungan.

Dari sisi kompetensi, Ice mengantongi berbagai sertifikat keahlian, di antaranya Sertifikat Kompetensi Ahli Madya Teknik Jalan, Ahli Madya K3 Konstruksi, dan Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan strategis seperti Training of Trainers (TOT) tenaga pengajar jasa konstruksi, instruktur kompetensi BNSP, hingga pelatihan asesor tenaga kerja konstruksi.

Berbagai prestasi turut diraihnya, seperti lulusan terbaik Program Studi Teknik Sipil Universitas Palembang (2021), peraih Best Paper 1 pada International World Conference di Surabaya (2023), serta penghargaan Asesor Terbaik dari BPD GAPENSI Sumatera Selatan (2025).

Dalam pencalonannya, Ice mengusung semangat “ICE” yang merupakan singkatan dari Ikhlas, Cinta, dan Empati. Ia mengaku terpanggil untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota INKINDO Sumsel.

“Saya ingin konsultan Sumsel tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi menjadi pelaku utama dalam proyek-proyek, termasuk yang berskala nasional. Kuncinya ada pada peningkatan SDM dan kekompakan,” ujarnya.

Menurutnya, kesejahteraan anggota tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta dukungan sarana dan prasarana,” tandasnya.

Perempuan memimpin organisasi terbukti sehat, dan egaliter, serta mampu mengambil keputusan komprehensif. Pemimpin perempuan sering kali memiliki gaya kepemimpinan transformasional, berfokus pada kesejahteraan anggota, mengayomi, dan mampu mengelola emosi serta rasio secara seimbang.

Wanita boleh mengejar agama , Pendidikan dan Karier.

Albizia Rahidin, dosen Universitas IBA Palembang dari kalangan Akademik , menambahkan dukungan penuhnya terhadap pencalonan tersebut.

“Ibu Ice adalah sosok inspiratif yang konsisten di dunia akademik dan profesional. Kami mendukung penuh beliau untuk membawa INKINDO Sumsel menjadi lebih maju dan berdaya saing,” ujar Albi.

Dengan rekam jejak yang kuat, pengalaman panjang, serta komitmen membangun organisasi secara inklusif dan profesional, Ice Trisnawati optimistis mampu membawa INKINDO Sumsel menuju arah yang lebih solid dan sejahtera.

Albizia Rahidin Anang, dosen Universitas IBA mendukung penuh jika ada alumni dari Universitas IBA untuk mencalonkan diri sebagai ketua INKINDO Sumsel.

Ice merupakan sosok orang yang bisa menjaga Integritas dan Independensi organisasi karena Inkindo merupakan organisasi profesi jadi organisasi ini tidak bisa menjadi suatu kepentingan kelompok yang dibalik layar ataupun dibawa kearah politik, maka dari itu harus bisa mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab yang penuh terhadap anggota.

Sosok ketua harus menjaga kode etik organisasi, transparansi, background pendidikan yang jelas dan profesionalisme guna menjaga marwah organisasi profesi dalam hal ini Inkindo Sumsel.( Ocha)

Komentar