GNB Desak Aparat Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Nasional132 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Telah terjadi serangan penyiraman air keras oleh Orang tidak Dikenal (OTK) kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.

Untuk itu, Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sebagai gerakan etis dan non-partisan untuk memperkuat utas cita Indonesia meyakini perlunya upaya khusus untuk merawat dan menjaga kualitas demokrasi bangsa. Utamanya penghormatan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi, hak atas keadilan, hak atas rasa aman serta hak konstitusional warga negara lainnya sebagai pilar demokrasi. Melihat latar belakang peristiwa di atas serta harapan akan kualitas demokrasi dan hak asasi manusia Indonesia yang lebih baik, GNB pada Jumat (13/3/2026) menyampaikan beberapa pesan berikut:

1. Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya teror dan penyerangan terhadap pegiat hak asasi manusia, Andrie Yunus. Semoga diberi kekuatan dan pemulihan untuk semua luka yang dialami.

2. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas peristiwa penyerangan ini, menangkap pelaku dan memproses hukum agar korban memperoleh keadilan serta tidak membiarkan impunitas terjadi. Tidak membiarkan adanya “normalisasi teror terhadap pembela HAM mengingat kejadian ini terus berulang tanpa penyelesaian yang adil dan transparan.

3. Meminta kepada negara dan aparat keamanan untuk memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang selama ini bersuara kritis dan ikut serta menjaga kualitas demokrasi dan pemenuhan hak asasi manusia. Sikap kritis masyarakat haruslah dilihat sebagai bentuk kecintaan akan masa depan bangsa Indonesia.

⁠Gerakan Nurani Bangsa berharap peristiwa penyerangan ini tidak menyurutkan semangat
juang para pegiat HAM dan Demokrasi dalam menegakkan supremasi hukum dan
terpenuhinya keadilan semua warga negara.

Demikian Gerakan Nurani Bangsa (GNB) terdiri dari
Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Omi Komaria Nurcholish Madjid, M Quraish Shihab, K.H Mustofa Bisri, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, Bhante Sri Pannyavaro Mahathera, Pdt Jacky Manuputty, Amin Abdullah, Komaruddin Hidayat, Slamet Rahardjo, dr Umar Wahid, Erry Riyana Hardjapamekas, Karlina Rohima Supelli, Pdt Gomar Gultom, Frans Magniz Suseno SJ, A Setyo Wibowo SJ, Laode Muhammad Syarif, Ery Seda, Lukman Hakim Saifuddin, Alissa Q Wahid. (MM)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar