FP Unsri Latih UMKM Bunda Mirna Olah Cookies dan Telur Gabus Berbasis Tepung Beras

Berita Utama23 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Masyarakat yang bertujuan mendorong UMKM mengembangkan produk pangan rendah gluten sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal.

Ketua tim pengabdian, Citra Pratiwi Prayitno, S.TP., M.Sc., mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat memperluas pilihan bahan baku yang digunakan UMKM Bunda Mirna. Selama ini, produk rendah gluten yang dikembangkan mitra lebih banyak menggunakan tepung mocaf.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap UMKM Bunda Mirna dapat semakin mengembangkan produk rendah glutennya dengan memanfaatkan tepung beras, sehingga tidak hanya menggunakan tepung mocaf,” kata Citra, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, tepung beras memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan. Pemanfaatannya juga dapat menjadi bagian dari diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan produk baru bagi pelaku UMKM.
Anggota tim pengabdian, Citra Defira, M.Si., menambahkan bahwa penggunaan tepung beras dalam produk olahan membutuhkan formulasi dan proses pengolahan yang tepat.

“Pemanfaatan tepung beras yang tepat sangat menentukan karakteristik produk, mulai dari tekstur, rasa, warna, aroma hingga daya simpan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik secara langsung.
Peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai potensi tepung beras sebagai bahan diversifikasi pangan rendah gluten, karakteristik bahan, serta prinsip pengolahan cookies dan telur gabus. Setelah itu, peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan kedua produk tersebut.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif mengikuti penyampaian materi dan terlibat dalam proses pengolahan, mulai dari persiapan bahan hingga produk siap dikemas.

Melalui pelatihan ini, UMKM Bunda Mirna diharapkan mampu menambah varian produk, meningkatkan kualitas olahan, serta menciptakan produk pangan yang memiliki daya tarik dan nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan UMKM berbasis inovasi teknologi pangan dan pemanfaatan bahan pangan lokal di Kabupaten Ogan Ilir.

Komentar