Palembang,SumselPost.co.id,- DPP GBR Sumsel Gelar Aksi Demo di Kantor Halaman Gubernur Sumsel, Rabu (7/10/2026).
Aksi demo ini di Ketuai umum GBR Ferry King, Waketum M.Martin Chaniago, Jhoni Anton Sekjen
Andi Cakrawala.Wakil Sekjen, Hendri Panglima Satgas
Kondisi kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah Sumatera Selatan telah mengganggu aktivitas masyarakat secara luas. Selain mengancam kesehatan, kabut asap juga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Kondisi tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh pihak-pihak tertentu.
Selain persoalan tersebut, kami juga mencermati adanya alokasi anggaran penanggulangan kabut asap sebesar Rp100.000.000.000.000,- (seratus triliun rupiah) sebagaimana tertulis dalam dokumen ini. Namun, hingga saat ini dampak nyata dari penggunaan anggaran tersebut dinilai belum terlihat secara signifikan, sementara kondisi kabut asap masih menjadi persoalan yang mengganggu masyarakat.
Atas kondisi tersebut, DPP Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR Sriwijaya) menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
1. Segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan yang menjadi penyebab kabut asap, serta memproses pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
2. Mengoptimalkan seluruh upaya penanggulangan kabut asap agar kondisi segera membaik dan dampaknya terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
3. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara transparan terhadap pengelolaan anggaran penanggulangan kabut asap, sehingga penggunaannya tepat sasaran, akuntabel, dan tidak disalahgunakan.
4. Menyampaikan perkembangan penanganan kabut asap kepada masyarakat, khususnya kepada DPP GBR Sriwijaya, sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.
Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama seluruh pihak terkait dapat merespons persoalan ini dengan cepat dan mengambil langkah-langkah tegas serta terukur.
Keselamatan dan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditunda lagi. (OCHA)
















Komentar