SumselPost.co.id. Ogan Ilir,- DPD BARANUSA Palembang melalui Kegiatan “Napak Tilas Ziarah Pahlawan Perang Kuto Gawang Pangeran Sido Ing Rejek”, Makam Buyut Karudin Duting 1786, Makam Pusat Tanah Abang Dusun 7 Sakatiga, berlangsung pada Minggu, (24/5/2026) berpusat di Desa Sakatiga, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kegiatan Perjalanan rombongan menuju makam Pangeran Sido Ing Rejek dan Makam Buyut Karudin Duting, Makam Pusat Tanah Abang Dusun 7 Sakatiga,
di Kabupaten Ogan Ilir, ini dipimpin langsung oleh jajaran DPD BARANUSA Sumsel.
Acara inti ziarah meliputi Kata sambutan dari sesepuh kampung setempat dan Penyerahan Sertifikat. Serta Kata sambutan oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Ketua YARASUTRA dan Panglima Besar DPP BARANUSA, Ferry Sirajuddin.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin selaku Ketua YARASUTRA mengatakan, Napak Tilas DPD Baranusa Sumsel ke Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir. Di tengah arus modernisasi yang semakin tinggi, DPD Baranusa Sumsel beserta pengurus yang dikomandai oleh Panglima Daerah Wilayah Sumsel Fery Sirajuddin, serta didampingi Ketua Umum Pusat DPP Barisan Adat Raja Sultan Nusantara Baranusa, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.
Napak tilas berziarah ke makam Pangeran Sedo Ing Rejek atau Pangeran Ratu Sultan Jamaluddin Mangkurat VI di daerah Kecamatan Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir dan Buyang Dating.
Pada kesempatan tersebut, Fery Sirajuddin mengatakan tujuan DPD Baranusa Sumsel untuk ke ziarah ke makam tersebut untuk dapat lebih mengenal jejak langkah para pemimpin pejuang zaman dahulu yang tetap konsisten dalam menegakkan kebenaran dan tidak mau tunduk pada intervensi dan kekuasaan asing.
Di dalam ziarah tersebut juga, disampaikan oleh Ketua DPD Baranusa Pusat, dalam uraian singkat mengenai Perang Kuto Gawang. Dimana Keraton Kuto Gawang tersebut yang sekarang berada dan dijadikan sebagai PT Pupuk Sriwijaya. Dalam Perang Kuto Gawang, kesultanan, sebelum menjadi Kesultanan Palembang Darussalam, itu adalah merupakan masih dalam Kerajaan Palembang.
Dimana raja terakhir adalah Pangeran Sedo Ing Rejek atau Pangeran Ratu Sultan Jamaluddin Mangkurat VI yang berperang dengan VOC Belanda. Dimana letak, dimana VOC Belanda akan mene, menetap, meletakkan loji-loji di dekat Keraton Kuto Gawang dan itu tidak disetujui oleh Pangeran Sedo Ing Rejek sebagai Raja Palembang dan terjadilah perang yang dinamakan dengan Perang Kuto Gawang.
Dalam Perang Kuto Gawang tersebut, dua kapal Belanda, De Jakarta dan De Voyage, berhasil dilumpuhkan. Akan tetapi, ya, tempat mesiu istana Keraton Kuto Gawang berhasil ditembak oleh VOC Belanda yang menyebabkan Pangeran Sedo Ing Rejek hijrah ke Sakatiga Ogan Ilir dan kekuasaan pemerintahan diserahkan kepada adiknya, yaitu Pangeran Aryo Kusumo Abdul Rahim atau Kiai Mas Endi, yang kemudian menggantikan kakaknya menjadi Raja Palembang dan memproklamirkan dari kerajaan menjadi Kesultanan Palembang Darussalam dengan gelar Sultan Susuhunan Abdrurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam.
Dan kita mengenal bahwa Sultan Susuhunan Abdrurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam adalah bapaknya para sultan-sultan Palembang Darussalam.
Kemudian rombongan DPD Baranusa dan pengurus ke makam Puyang Dating yang juga merupakan sosok simbol perlawanan rakyat Sumsel kepada kompeni kolonial Belanda. Kemudian DPD Baranusa Sumsel beserta perangkat kades yang ada di Sakatiga menyusuri areal pemakaman di tanah Abang dan banyak menemukan struktur batu bata lama seperti yang ada di pemakaman Ki Gede Ing Suro.
Kemudian dilihat bahwa ada terdapat beberapa makaml, dalam hal ini, mungkin di daerah tersebut di bawahnya ada candi berada dan tenggelam di dalam tanah. Untuk itu, DPD Baranusa Sumsel akan melakukan audiensi ke Bupati Ogan Ilir mengenai temuan tersebut dengan dan tetap akan mengangkat marwah dan budaya penemuan tersebut di dalam suatu heritage dan adat budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara di tempat yang sama, Ferry Sirajuddin selaku Panglima Daerah DPD BARANUSA Sumsel, menambahkan, Dalam kegiatan seperti ini akan selalu dilakukan agar tidak luntur nya pengetahuan regenerasi terus menerus DPD BARANUSA Sumsel akan melakukan kegiatan dengan melibatkan dan bekerja sama dengan instansi pemerintah agar cagar budaya kita tidak punah.
Tempat yang sama, Sekda BARANUSA Sumsel , Tonny mengucapkan “terimakasih setinggi Tingginya kepada jajaran pengurus dan terus melakukan kerjasama dengan satu pemikiran,” ucapnya.
Penasihat DPD BARANUSA Yudi Gustap, Kgs. Edi rivai, akan selalu mensupport kegiatan selagi ini demi kepentingan bersama dalam mengingat sejarah Napak Tilas parah makam leluhur,” pungkasnya
Turut menghadiri Kgs .Alimuddin Halim , Mgs .Nawawi Baihaqi , Kgs . Edy Riva’i. (Ocha)














Komentar