BUMN Borong Dolar Di Tengah Harga Meninggi Sangat Tidak Bijak

Nasional496 Dilihat

BUMN Borong Dolar Di Tengah Harga Meninggi Sangat Tidak Bijak

Oleh: Emrus Sihombing
(Komunikolog Indonesia)

Sangat-sangat tidak bijak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir minta agar sejumlah BUMN besar kita, memborong dolar di tengah harga dolar sedang bertengger tinggi.

Permintaan ini, dari aspek dialektika komunikasi politik, memunculkan dua pertanyaan besar. Pertama, apa yang sedang terjadi dengan ekonomi Indonesia ke saat ini dan ke depan? Apakah ekonomi nasional kita saat ini dan ke depan bertanda memburuk?

Erick Thohir boleh jadi sudah melihat tanda-tanda bahwa nilai dolar ke depan akan tetap bertengger tinggi, atau harga dolar semakin melambung tinggi.

Baca Juga  Hadiri Harlah ke-25 PKB, Puan Tegaskan PDIP dan PKB Ingin Ciptakan Pemilu yang Demokratis

Artinya, kondisi ekonomi dalam negeri kita saat ini dan ke depan bisa dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Jika terjadi tindakan memborong dolar oleh sejumlah BUMN besar kita, paling tidak mengandung tiga konsekuensi.

Pertama, sebagai tindakan antisipasi dan untuk menyelamatkan secara eksklusif BUMN kita ke depan dari gempuran kondisi ekonomi global yang bisa jadi melemah tanpa memperhitungkan menurunnya kesejahteraan ekonomi rakyat saat ini dan ke depan akibat kenaikan dolar. Tentu ini tidak boleh terjadi di negeri kita yang berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan membeli dolar terutama sebagai cadangan, memang membuat BUMN bisa tetap beroperasi sekalipun sangat lamban karena hantaman nilai dolar yang tinggi. Namun, di sisi lain, disadari atau tidak, ekonomi rakyat akan semakin terpuruk. Ini tidak sejalan dengan prinsip keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga  Sultan Dukung Pemerintah Tetapkan Batas Minimum Harga Barang Impor Di E-Commerce

Kedua, permintaan Erick Thohir ini, langsung atau tidak langsung, bisa mendorong para konglomerat (swasta) akan melakukan tindakan memborong beli dolar dalam skala besar untuk melindungi eksistensi bisnisnya saat ini dan ke depan di tengah gempuran meningkatnya nilai dolar terhadap rupiah kita di pasaran.

Ketiga, konsekuensinya, semakin sulitnya ditemukan dolar di pasaran di Indonesia. Akibat lanjutannya, membuat harga dolar dalam negeri semakin terbang tinggi.

Oleh karena itu, permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar sejumlah BUMN besar kita, memborong dolar hsrus segera dievaluasi oleh Presiden Jokowi dan selanjutnya meminta agar tindakan memborong dolar oleh BUMN kita segera di hentikan. Lebih cepat lebih baik. Sangat tidak baik borong dolar di saat naik dan masyarakat Indonesia masih banyak sekali yang miskin, baik di perkotaan maupun di seluruh pedesaan di Indonesia.

Baca Juga  Indonesia Tak akan Mengalami Resesi Ekonomi

 

Komentar