Lahat Sumselpost.co.id -Kesabaran warga SP 2 dan 3 Desa Cempaka Wangi Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, rupanya selama ini sudah tidak bisa terbendung lagi.
Pasalnya, terungkap ratusan warga dari SP 2 dan 3 Desa Cempaka Wangi tersebut, akhirnya menggelar aksi dengan memblokade jalan karena selama ini jalan yang dinantikan untuk diperbaiki oleh pihak perusahaan CPO (Crude Palm Oil) minyak kelapa sawit tersebut, melalui kendaraan truk beratnya tak kunjung diperbaiki.
Ratusan warga Desa Cempaka Wangi yang memblokade jalan rusak tersebut, menuntut pihak perusahaan CPO bertanggung jawab untuk memperbaikinya, karena selama ini jalan cor beton telah mengalami hancur tersebut, penyebab Kerusakan diduga kuat adanya aktivitas mobil truk sawit CPO.
Mewakili ratusan masyarakat Desa Cempaka Wangi tersebut, Trihandrianto dan Alamsah beserta warga lainnya, mengungkapkan melalui rekaman video yang dibuat oleh aktivis Muller Franki saat berada dilokasi blokade jalan, menegaskan bahwa sebelum adanya perbaikan jalan kawasan Cempaka Wangi SP 2 dan 3 ini, ratusan warga akan terus memblokade jalan, dan mendesak agar pihak perusahaan CPO memperbaiki.
“Rusaknya jalan ini, akibat mobil truk CPO bermuatan lebih dari 10 ton, yang harusnya jalan ini dibawah 10 ton, kita menurut agar diperbaiki ,” ungkapnya.
Dikatakan warga lainya, bahwa blokade jalan rusak ini menuntut hak kami sebagai masyarakat, karena selama.ini aktifitas warga maupun anak-anak bersekolah terganggu, terlebih lagi saat musim hujan datang jalan sulit dilalui.
“Hancurnya jalan kawasan Cempaka Wangi Merapi Timur Lahat ini, tentunya pihak perusahaan sudah tidak ditoleransi lagi, dan perusahaan wajib memperbaikinya karena angkutan berat itu jalan menjadi hancur ,” beber warga.
Sementara itu, aksi blokade jalan oleh ratusan warga Desa Cempaka Wangi tersebut, terpantau melalui rekaman vidio juga dijaga oleh aparat Babinsa guna menjadi situasi yang aman dan kondusif, serta terpantau juga beberapa kendaraan ringan yang akan melintas tertahan.
Blokade jalan terungkap sudah berlangsung selama satu hari penuh,dan sebelum pihak perusahaan CPO datang kelokasi memperbaikinya, blokade jalan oleh warga akan terus dilakukan sebelum tuntutannya dipenuhi.
“Waktu itu pihak CPO pernah datang hanya security dan kita tolak, kita minta pihak Management /managernya agar mereka tahu, dan membuat perjanjian untuk memperbaiki jalan ini,” tutup.warga yang memblokade jalan rusak tersebut (17/04/2026).
Sementara atas adanya aksi blokade jalan oleh ratusan warga Desa Cempaka Wangi Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat tersebut, belum terdapat keterangan resmi dari pihak CPO maupun pihak pemerintah, serta pihak yang dianggap terkait atas adanya desakan warga tersebut. Sementara aksi warga tetap bertahan, dengan terpantau warga menggunakan kendaraan pribadi maupun menggunakan mobil ambulans desa, serta motor pribadinya.
Kepala Desa (Kades), Desa Cempaka Wangi Setyo melalui stitmen kepada media ini terkait adanya aksi warganya memblokade jalan tersebut, membenarkan adanya problem jalan rusak atas adanya aktivitas mobil truk CPO minyak sawit yang selama ini menjadi biang kerusakan jalan tersebut. Lanjut Kades, bahwa pihak Pemdes Cempaka Wangi meminta pihak perusahaan CPO untuk segera memperbaikinya agar jalan rusak tersebut dapat dilalui warga secara aman.
”Boleh lewat asalkan jalan diperbaiki, dan warga blokade jalan serta stop mobil truk CPO tersebut agar minta diperbaiki, dan juga pihak Pemdes telah memberikan surat untuk diperbaiki oleh pihak CPO, namun, hingga saat ini belum ada tanggapan,” ungkap Kades Setyo, melalui rekaman suaranya itu (18/04).
Kades Setyo menambahkan, bahwa adanya aksi warga memblokir jalan rusak tersebut, karena selama ini sudah kesal dan tak kunjung pihak perusahaan CPO tidak memperbaikinya.
“Blokade dan stop aktivitas mobil CPO dari warga kami, tak lain cuma meminta perbaiki jalan, dan tidak ada yang lain, dan warga selama ini sudah kesal, dan kedepannya agar beban berat dikurangi agar jalan tidak rusak lagi ,” tambah Kades Cempaka Wangi Setyo (18/04/2026).(jn.red)











Komentar