Alex Indra Lukman Waka Komisi IV DPR: Ukuran Vokasi Bukan Sekadar Lulus, tapi Terserap Kerja

Nasional34 Dilihat
banner1080x1080

SIDOARJO,SumselPost.co.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong optimalisasi penyerapan lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan ke dunia industri. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).

Dalam pertemuan yang membahas optimalisasi penyerapan lulusan dari kampus ke industri tersebut, Alex menilai pendidikan vokasi kelautan dan perikanan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan profesional sesuai kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Alex menekankan, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah taruna dan taruni yang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan lulusan terserap di dunia kerja sesuai kompetensinya, berwirausaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Karena itu, Komisi IV DPR mendorong penyesuaian kurikulum dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dinamika pasar kerja, dan tantangan dunia usaha.

“Konsep dari kampus ke industri harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, antara lain penguatan magang industri, sertifikasi kompetensi, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, kerja sama penempatan lulusan, serta penguatan tracer study,” ujar Alex.

Lebih lanjut, Komisi IV mendorong agar peluang kerja lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan diperluas. Tidak hanya pada unit kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, dan industri perikanan, tetapi juga pada Badan Karantina Indonesia, Badan Pangan Nasional, serta ID Food.

Menurut Alex, perluasan akses tersebut dapat membuka peluang penyerapan lulusan, khususnya bagi mereka yang memiliki kompetensi di bidang pangan dan rantai pasok. “Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi bukan hanya berapa banyak yang lulus, tetapi juga berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, memperoleh penghasilan yang layak, dan mampu memberikan manfaat bagi pembangunan kelautan dan perikanan nasional,” pungkasnya. (MM)

Komentar