1 Desa 4 Anak Terkena Stunting di Gelumbang Muara Enim, Anggota DPR RI Desak Leading Sector Berikan Asupan Bergizi Secara Berkelanjutan

Berita Utama924 Dilihat

Muara Enim Sumselpost.co.id – Terdapat Empat anak disalah satu Desa di Desa Midar Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim,mengalami penyakit gagal pertumbuhan otak karena kurang gizi (Stunting). Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani,SE, MM, yang mengaku mendapatkan informasi adanya beberapa anak terkena stunting disalah satu desa diwilayah Kabupaten Muara Enim tersebut, mengungkapkan rasa keprihatinannya atas kondisi yang dialami empat anak tersebut, hingga mereka sampai saat ini tidak terus dikawal dalam mendapatkan asupan makanan yang bergizi dari Pemerintah daerah maupun Kementerian kesehatan.

Baca Juga  Aqiqah dan Selamatan Khitanan Dikediaman Kades Aur Duri Rambang Niru Meriah & Khidmat

“Saya prihatin, satu desa terdapat empat anak terkena stunting, harusnya mereka terus diperhatikan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, agar pertumbuhan otaknya semakin membaik,”ungkap Irma (18/08/2023).

Dikatakan Irma, bahwa dana Stunting yang telah dikucurkan sebesar 3,7 Triliyun pada tahun 2023 ini, dan saya ikut menandatanganinya, tapi kenapa mereka tidak diperhatikan terus secara kontinyu, ini yang jadi keprihatinan kita semua.

Baca Juga  Kapolda Sumsel Ingatkan Pengamanan di TPS

“Mereka harusnya setiap hari mengkonsumsi telur, ikan, susu, dan kacang hijau, dan untuk ini kita mendesak agar Pemda serta Kemenkes sebagai leading sektor memperhatikan pertumbuhan otaknya, sehingga pertumbuhannya semakin membaik,”tegas anggota Komisi IX DPR RI Pusat tersebut.

Ditambahkan Irma, sekali lagi mendesak pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Muara Enim serta Menkes segera hadir ditengah masyarakat yang terkena stunting tersebut, sehingga mereka merasa mendapatkan keadilan,”tambahnya.

Turut hadir mendampingi anggota DPR RI Pusat didesa Midar Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, saat mengunjungi warga terkena stunting tersebut, Kepala Desa Midar , tokoh masyarakat, dan puluhan warga lainnya. (Jnp)

Komentar