Warga Semende Muara Enim Menjerit, Aktivitas Terganggu Akibat Jalan Rusak

Berita Utama85 Dilihat
banner1080x1080

Muara Enim Sumselpost.co.id -Terjadi kerusakan infrastruktur jalan di Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kian memantik keluhan masyarakat.

Sejumlah ruas jalan kabupaten dilaporkan dalam kondisi rusak berat, dengan lubang menganga yang dengan kedalamannya mencapai sekitar 30 sentimeter.

Kerusakan itu tersebar di beberapa titik krusial, terutama pada jalur penghubung Desa Tanjung Raya menuju Desa Tenam Bungkuk, serta ruas dari Desa Tanjung Raya menuju Desa Pajar Bulan.

Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat—mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga mobilitas harian warga.
Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi jalan yang jauh dari kata layak.

Permukaan jalan dipenuhi lubang besar, bergelombang, dan tidak rata. Pada musim hujan, situasi semakin berbahaya karena lubang tertutup genangan air, sehingga sulit dikenali oleh pengendara.

“Ya, kalau tidak hafal jalan, sangat berisiko. Sudah banyak yang hampir jatuh, apalagi malam hari,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.(30/03/2026).

Sementara kondisi ini tak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga menambah beban ekonomi masyarakat.

Biaya perawatan kendaraan meningkat akibat kerusakan yang ditimbulkan dari jalan yang buruk. Di sisi lain, distribusi hasil pertanian—yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Semende—ikut tersendat.

Waktu tempuh yang semakin lama dan biaya angkut yang membengkak menjadi konsekuensi yang harus ditanggung warga setiap hari.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.

Warga pun berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini.

Mereka mendesak adanya langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki jalan yang rusak sebelum menimbulkan korban.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan di lokasi tersebut.

Jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan jalan ini bukan hanya menjadi persoalan infrastruktur, melainkan juga ancaman nyata bagi keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.

Perbaikan jalan, bagi warga Semende, bukan sekadar pembangunan fisik.

Lebih dari itu, ia menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin keselamatan, memperlancar roda ekonomi, dan menjaga konektivitas antarwilayah.(jn.red)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar