Warga Resah, Bangunan Gedung Diduga Ilegal di Kalidoni Diminta Ditindak

Berita Utama100 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, SumselPost.co.id – Warga yang bermukim di RT 09 RW 02 Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, mengeluhkan keberadaan sebuah bangunan gedung yang diduga berdiri tanpa izin serta tanpa persetujuan warga sekitar.

Salah seorang warga, Agus, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung tersebut menimbulkan keresahan karena berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar. Untuk menyampaikan keberatan, warga telah mengumpulkan tanda tangan dan melaporkan persoalan ini kepada instansi terkait, termasuk Wali Kota Palembang.

“Gedung yang dibangun itu kami keberatan karena kami yang terdampak langsung. Kami tidak pernah dimintai persetujuan, baik dari warga maupun Ketua RT 09 dan RW 02 Kelurahan Kalidoni,” ujar Agus kepada SumselPost.co.id, Selasa (17/02/2026), di kediamannya.

Menurut Agus, akses jalan di wilayah tersebut tergolong sempit dan ramai dilalui kendaraan. Dengan adanya pembangunan gedung yang diduga tanpa izin itu, warga khawatir akan terjadi kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Jalan kami kecil dan lalu lintas sudah cukup padat. Kami khawatir dengan berdirinya gedung ini, kondisi lalu lintas semakin macet,” katanya.

Selain itu, lokasi bangunan yang sangat dekat dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 175 Palembang juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Warga takut aktivitas pembangunan dan operasional gedung nantinya dapat mengganggu proses belajar mengajar.

“Gedung itu sangat dekat dengan SDN 175. Kami khawatir akan mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di sekolah,” tambahnya.

Atas dasar itu, warga berharap instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk meninjau dan mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka juga meminta Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar tidak menutup mata terhadap keluhan warga.

“Kami berharap Pak Wali Kota dapat meninjau langsung dan menegakkan aturan sebagaimana mestinya,” pungkas Agus.
Sementara itu, saat dilakukan upaya konfirmasi di lokasi pembangunan, tidak terlihat satu pun pekerja di area tersebut.
(Ibrahim Abdui)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar