JAKARTA,SumselPost.co.id – Panja SNI dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dan legislatif dalam memastikan bahwa standardisasi memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta perlindungan masyarakat. Hal ini disampaikan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim yang menegaskan bahwa standar bukan sekadar dokumen teknis atau tumpukan aturan, melainkan “bahasa bersama” untuk membangun kepercayaan antara produsen dan konsumen.
“Kita ingin Panja SNI dapat memberikan efek positif bagi perekonomian, tidak hanya pengusaha besar saja, pelaku UMKM pun juga harus mendapatkan dampaknya. Sebab, pelaku UMKM ini sangat rentan terhadap perubahan zaman yang sangat cepat, apabila tidak diikuti mereka akan cepat tumbang, selain itu mereka juga mempunyai karyawan yang memang bergantung”, imbuhnya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurutnya agar dampaknya terasa optimal, penerapan standar harus dibuat inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.
“Salah satu syarat agar pelaku UMKM ini bisa naik kelas adalah produknya harus berstandar dengan baik. Sebaran laboratorium uji juga harus menyebar pada seluruh daerah agar sebarannya bisa dirasakan, jangan hanya bertumpu pada daerah yang memang perekonomiannya besar,” ungkapnya.
Disisi lain, ia menyampaikan pentingnya edukasi publik, yakni membangun kesadaran masyarakat agar memahami pentingnya memilih produk ber-SNI demi keselamatan dan kesehatan, sehingga standar tidak dirasakan sebagai beban. Ia mendorong produk, jasa, dan industri dalam negeri agar lebih inovatif, aman, serta mampu menembus pasar domestik maupun perdagangan global.
Politisi PKB ini berharap masukan dan data lapangan dari para pemangku kepentingan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang terukur, tepat sasaran, serta mampu memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional. (MM)















Komentar