JAKARTA,SumselPost.co.id – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) secara resmi telah membuka pendaftaran jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 pada Selasa (31/3/2026). Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief, meminta Panitia Seleksi (Pansel) SNPMB memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan tertib, lancar, dan akuntabel.
“Hari ini secara resmi telah dibuka pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru. Ini adalah gerbang awal sebelum memasuki dunia perkuliahan. Kami meminta pansel memastikan mulai dari proses pendaftaran hingga selama pelaksanan UTBK-SNBTN, seluruh sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan UTBK-SNBT tahun ini,” tegas Habib Syarief di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Habib menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana tidak boleh dianggap remeh karena menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan UTBK-SNBT. Mengingat sistem yang digunakan berbasis komputer, gangguan teknis sekecil apa pun berpotensi mengganggu konsentrasi peserta, bahkan merugikan secara psikologis dan akademik.
“Kesiapan sarana dan prasarana adalah tolok ukur keberhasilan pelaksanaan. Jangan dianggap sepele. Jika ada gangguan, bukan hanya sistem yang terganggu, tetapi juga masa depan peserta. Mereka sudah mempersiapkan diri secara maksimal, jangan sampai gagal hanya karena persoalan teknis,” ujarnya.
Legislator asal Jawa Barat ini menjelaskan, sarana dan prasarana pendukung yang harus dipastikan kesiapan dan keandalannya meliputi ketersediaan perangkat komputer, sistem kelistrikan, kestabilan jaringan dan server hingga kesiapan ruang ujian.
Menurutnya, pansel harus memastikan ketersediaan perangkat komputer yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun spesifikasi, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan teknis. Ia juga mengatakan, pansel harus memastikan sistem kelistrikan yang stabil, termasuk kesiapan sumber listrik cadangan seperti genset untuk mengantisipasi pemadaman.
Kestabilan jaringan dan server juga penting karena ini menjadi tulang punggung pelaksanaan UTBK berbasis komputer. Gangguan server atau koneksi internet dapat menyebabkan keterlambatan, bahkan kegagalan sistem ujian. Habib juga meminta dilakukan kesiapan ruang ujian yang memenuhi standar kenyamanan dan ketertiban, termasuk pengaturan tempat duduk, ventilasi, serta pengawasan yang memadai.
“Untuk sistem kelistrikan dan kestabilan server memiliki keterkaitan erat. Jangan sampai saat pelaksanaan tes terjadi pemadaman listrik atau gangguan server. Ini harus diantisipasi sejak awal melalui pengecekan berkala dan simulasi sistem sebelum hari pelaksanaan,” pungkasnya. (MM)
















Komentar