Tragedi KRL Vs Argo Bromo Bekasi, Hetifah Dorong Perlindungan dan Insentif Khusus bagi Keluarga Korban

Nasional34 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Ibu Nurlaela, seorang guru sekolah dasar yang dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Berdasarkan pemberitaan, almarhumah tercatat sebagai guru di SDN Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur, dan baru menyelesaikan pendidikan magister.

“Atas nama pribadi dan Komisi X DPR RI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Ibu Nurlaela serta seluruh keluarga korban tragedi ini. Kepergian seorang guru yang tengah mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa adalah kehilangan besar bagi dunia pendidikan kita,” tegasHetifah, Rabu (29/4/2026).

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pendidikan, Hetifah menilai negara perlu hadir memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhumah, mengingat jasa dan pengabdian beliau sebagai tenaga pendidik.

“Saya mendorong agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan insentif khusus, santunan yang layak, serta perlindungan maksimal kepada keluarga almarhumah. Ini penting sebagai bentuk penghormatan negara kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” ungkapnya.

Selain itu, Hetifah juga menyampaikan doa bagi para korban luka yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga. “Kita doakan seluruh korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan kekuatan. Saya juga berharap penanganan medis dilakukan secara optimal dan seluruh kebutuhan korban dipenuhi dengan baik,” harapnya.

Lebih lanjut, Hetifah meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Tragedi ini harus menjadi momentum pembenahan serius. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan sampai ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kelalaian sistem,” pungkasnya. (MM)

Komentar