Tradisi Pawai Ta’aruf Di Desa Tegal Rejo, Tanjung Enim Berlangsung Meriah

Berita Utama855 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co id – Warga Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul , Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim setiap memasuki 1 Muharam , menggelar pawai obor yang masyarakat Tanjung Rnim menyebutnya Pawai Ta’aruf, Selasa (18/7) malam .

Selain menyambut tahun baru Islam, pawai obor ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Desa Tegal Rejo yang saat ini memasuki usia ke 97 tahun.

Menurut warga setempat ali yang merupakan seorang pengusaha pemilik homestay mengaku tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, dia mengaku tidak diingat sejak kapan yang diingat sejak puluhan tahun lalu tradisi ini sudah dijalankan.

Pawai Ta’aruf atau pawai obor tahun ini di gelar , Selasa (18/7) malam bertepatan dengan menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1445 H, acara pawai taaruf ini dimulai pada pukul 19.30 dan iring-iringan masyarakat peserta pawai selesai pukul 23.00.

Baca Juga  Bangunan Samping Pusat Perbelanjaan Megahria Palembang Roboh

Pawai dilepas dari SMP Negeri 2 Lawang Kidul dan berakhir di Balai Desa Tegal Rejo, Panjang lintasan pawai sekitar 4 KM yang diikuti seluruh elemen masyarakat Tanjung Enim, mulai dari siswa sekolah baik SD, SMP dan SMA, kemudian berbagai organisasi masyarakat mulai dari penggerak Darmawanota hinggal berbagai perkumpulan, seperti pencak silat, reok, majelis taklim dan sebagainya. Peserta pawai ini mencapai 500 orang dan diiringi puluhan mobil hias

Baca Juga  Sultan Palembang Ajak Santri Ke Rumah Tahfizh Wa Ta’lim Mahabbatul Ilmi Mendalami Ilmu Agama Islam

Antusias masyarakat sangat luar biasa, masyarakat yang ingin menyaksikan pawai ini tidak hanya dari warga Desa Tegal Rejo, namun hingga masyarakat Muara Enim, dikarenakan pawai ini adalah kegiatan rutin sehingga masyarakat sudah tahu kalau setiap malam 1 Muharam pasti ada pawai, dari pantauan juga terlihat masyarakat sudah menyiapkan kursi-kursi dan tempat-tempat strategis sejak siang hari untuk mendapatkan posisi yang nyaman, segala jenis makan dan minuman juga sudah disiapkan, hal ini juga berdampak bagi para pedagang terutama kuliner, hampir semua dagangan diserbu oleh pembeli.

Keunikan lainnya dipawai obor ini tidak hanya berjalan secara beriringan, namun di beberapa titik secara bergantian para komunitas ini melakukan atrasi, seperti reok dimana setiap beberapa waktu berhenti untuk atraksi singkat sekitar 5 menit, begitupun dari perkumpulan pencak silat, di beberapa titik berhenti melakukan atraksi, ada juga dari mejelis taklim mengajak bersholawat.

Komentar