JAKARTA,SumselPost.co.id — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran atau yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon, dua hari terakhir.
Menurut Bang Azran, kepergian prajurit tersebut menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat mereka merupakan putra-putra terbaik yang tengah menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita kehilangan anak bangsa terbaik yang sedang mengemban amanah perdamaian dunia,” tegas Bang Azran di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Pria asli Betawi itu menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat situasi keamanan di wilayah penugasan semakin tidak kondusif akibat eskalasi konflik bersenjata.
Ia mendorong pemerintah bersama TNI untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan pasukan Indonesia di wilayah konflik aktif. “Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh menutup mata bahwa risiko di lapangan semakin tinggi. Evaluasi total perlu segera dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi transparan atas insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. “Harus ada kejelasan dan akuntabilitas. Jika ada pelanggaran, maka harus diproses sesuai hukum internasional,” kata dia.
Bang Azran mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan langkah strategis, termasuk kemungkinan penarikan sementara atau relokasi pasukan demi menghindari jatuhnya korban lebih lanjut. “Kita tentu mendukung misi perdamaian dunia, tetapi jangan sampai pengabdian itu mengorbankan terlalu banyak generasi muda terbaik bangsa. Penarikan sementara atau penyesuaian pasukan harus menjadi opsi yang serius dipertimbangkan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mendorong penguatan diplomasi Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong gencatan senjata dan deeskalasi konflik di kawasan tersebut.
“Indonesia harus tampil di depan sebagai kekuatan moral dunia, mendorong perdamaian, bukan hanya mengirim pasukan ke wilayah berbahaya,” tambahnya.
Bang Azran pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Mari kita doakan para pahlawan kita mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sementara ini data dari berbagai sumber prajurit TNI yang menjadi korban dalam insiden serangan Israel di Lebanon adalah Farizal Rhomadhon dengan pangkat Prajurit Kepala, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).
Sementara itu dua prajurit TNI yang gugur pada Senin meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan berdasar laporan dari daerah penugasan, ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). (MM)














Komentar