Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Komisi IX DPR: Tindak Tegas

Nasional51 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, menanggapi temuan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengenai ketidakakuratan data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pendataan BGN, ditemukan sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat program tersebut.

“Temuan 6 juta data ganda penerima MBG harus segera ditindaklanjuti secara serius. Data ganda menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan basis data antarlembaga yang berpotensi membuat penyaluran program tidak tepat sasaran. Kami meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali,” tegas Zainul di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Zainul, BGN perlu melakukan penyisiran dan validasi data secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi celah penerima ganda dalam program MBG. Langkah tersebut penting agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh manfaat program.

“Temuan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola data penerima MBG. Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG ini tapi malah belum tersentuh program ini sama sekali,” ujarnya.

Zainul menekankan bahwa masih banyak anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang membutuhkan Program MBG. Di berbagai daerah tersebut, anak-anak masih menghadapi persoalan kerawanan pangan, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, angka stunting yang relatif tinggi, serta kondisi ekonomi keluarga yang belum memadai. Karena itu, kehadiran Program MBG menjadi sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, meningkatkan kesehatan, serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar mereka di sekolah.

“Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan administrasi. Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG,” ungkapnya.

Zainul menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh akurasi data penerima manfaat.

“Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, data ganda penerima MBG ditemukan pada siswa SMP/MTs yang tercatat sebagai penerima manfaat di dua instansi berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya integrasi dan sinkronisasi data antarkementerian agar penyaluran Program MBG semakin tepat sasaran. (MM)

Komentar