Tak Hanya Mengaji, Pesantren Ramadan SMPN 4 Palembang Ajarkan Kepedulian Sosial

Berita Utama145 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – SMP Negeri 4 kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadan sebagai upaya memperkuat karakter religius dan sosial para peserta didik. Di bawah kepemimpinan Dr. Susnaini Julita, SE., M.Pd., program rutin tahunan ini tidak hanya diisi dengan pendalaman materi agama, tetapi juga penanaman nilai humanis melalui aksi nyata berbagi zakat dan sedekah.

​Kepala SMPN 4, Dr. Susnaini Julita, SE., M.Pd., menegaskan bahwa tema besar yang diusung tahun ini adalah pembentukan akhlak sebagai fondasi utama meraih prestasi. Menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan budi pekerti yang luhur.

​”Pesantren Ramadan kita mengangkat tema bagaimana anak itu berakhlak untuk menuju anak-anak yang berprestasi. Penekanannya pada akhlak, karena berilmu tanpa berakhlak rasanya sia-sia kita mendidik,” ujar Dr. Susnaini saat diwawancarai di sela kegiatan.

​Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga hari Jumat ini dirancang secara variatif dan inovatif. Setiap pagi, para siswa mendapatkan siraman rohani melalui ceramah agama dari ustad internal maupun eksternal. Untuk menjaga antusiasme siswa, sekolah juga menggelar berbagai kompetisi kreatif, mulai dari lomba Azan, cerdas cermat, hingga lomba busana muslim.

​Namun, yang menjadi inti dari gerakan ini adalah edukasi mengenai kewajiban berzakat, infak, dan sedekah. Dr. Susnaini menjelaskan bahwa sekolah memfasilitasi pengumpulan zakat dari orang tua, siswa, dan guru berdasarkan keikhlasan dan ketentuan hukum Islam.

​”Kita mengajak anak didik untuk memahami wajibnya berzakat dan bersedekah. Hasilnya nanti akan kita tebarkan kepada siswa yang tidak mampu, yatim piatu, petugas kebersihan, hingga masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan,” jelasnya dengan nada humanis.

​Lebih lanjut, Dr. Susnaini berharap momentum bulan suci ini dapat memberikan hikmah yang mendalam bagi seluruh keluarga besar SMPN 4. Baginya, Ramadan adalah laboratorium terbaik untuk melatih kesabaran dan mengontrol emosi.

​”Harapan kami, anak didik tidak hanya menahan haus dan lapar, tapi mendapatkan hikmah untuk lebih bersabar, menahan nafsu, dan emosi. Kami ingin mereka belajar pendidikan umum sekaligus memperdalam agama, terutama di bulan yang penuh keberkahan ini,” pungkasnya.(niken)

Komentar