Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Alfons Tegaskan Petani Adalah Pilar Utama Kemandirian Daerah

Nasional152 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Anggota DPR/MPR RI, Alfons Manibui, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Masyarakat dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) SP 5 di Kampung Argosigemerai, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Minggu, 8 Februari 2026.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan kebangsaan sekaligus mendorong peran aktif petani dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sambutannya, Alfons Manibui menegaskan bahwa kelompok tani memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial di tingkat kampung. “Petani adalah pilar utama kemandirian daerah. Jika sektor pertanian kuat, maka masyarakat akan sejahtera dan bangsa ini semakin kokoh,” tegas Alfons, di Kampung Argosigemerai Kab. Teluk Bintuni Prov. Papua Barat, bersama Masyarakat Gapoktan SP 5 pada Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa 4 Pilar MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan lahan, kerja sama antarpetani, serta pembagian hasil yang adil dan berkeadilan sosial.

“Nilai gotong royong dalam Pancasila sangat relevan dengan kehidupan kelompok tani. Semangat bekerja bersama, saling membantu saat masa tanam dan panen, adalah praktik nyata dari sila persatuan dan keadilan sosial,” jelas Alfons.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas daerah sebagai prasyarat pembangunan ekonomi. “Petani tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Kita harus tetap solid dalam bingkai NKRI agar pembangunan berjalan lancar,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, para peserta menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kebutuhan pupuk, akses permodalan, hingga pemasaran hasil pertanian. Menanggapi hal tersebut, Alfons menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi kelompok tani melalui fungsi konstitusionalnya sebagai anggota MPR RI. “Kami akan terus mendorong agar kebijakan pemerintah berpihak pada petani, terutama di daerah seperti Teluk Bintuni,” katanya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman kelompok tani terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan peran strategis mereka dalam pembangunan nasional.

Melalui penguatan Empat Pilar MPR RI, Alfons optimistis kelompok tani di Teluk Bintuni mampu menjadi motor penggerak ekonomi kampung yang berlandaskan persatuan, keadilan, dan semangat gotong royong. (MM)

Komentar