Solidaritas untuk Venezuela: Rakyat Biasa, Kecam Terorisme Negara Amerika Serikat

Nasional288 Dilihat
banner1080x1080

SumselPost.co.id,- Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Biasa Indonesia untuk Venezuela menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dinilai mencederai kedaulatan Republik Bolivarian Venezuela.

Aksi unjuk rasa berlangsung lebih dari dua jam. Sejumlah organisasi turut terlibat, antara lain Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Tani Nelayan (STN), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI), Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), serta Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA).

Massa Aksi membawa berbagai spanduk dan poster bernuansa anti-imperialisme. Mereka menyerukan penghentian segala bentuk intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Koordinator aksi, Ferligius Taoet atau yang akrab disapa Dedi, mengatakan aksi ini merupakan wujud solidaritas rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Venezuela dalam mempertahankan kedaulatannya.

“Kami datang sebagai rakyat biasa Indonesia yang menolak agresi dan campur tangan Amerika Serikat. Kedaulatan suatu bangsa tidak boleh dilanggar oleh siapa pun,” Ungkap Dedi saat berorasi.

Ia juga menyampaikan tuntutan agar pemerintah Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana amanat konstitusi.

“Indonesia seharusnya tegas berdiri bersama bangsa-bangsa yang tertindas dan tidak berdiam diri terhadap pelanggaran hukum internasional,” ujarnya.

Menurut Dedi, tindakan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat bertentangan dengan hukum internasional piagam PBB serta nilai-nilai Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

Ia menilai dugaan penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilatarbelakangi kepentingan penguasaan sumber daya alam, khususnya cadangan minyak Venezuela yang disebut sebagai yang terbesar di dunia.

“Inilah watak negara imperialis yang melakukan invasi demi menguasai sumber daya alam untuk mengakumulasi kekayaan. Kami menyebutnya sebagai praktik ‘Serakahnomics’,” Tegasnya.

Dedi menegaskan, praktik keserakahan semacam itu harus dilawan karena menghambat kemandirian ekonomi bangsa-bangsa lain.

Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Solidaritas Rakyat Biasa Indonesia untuk Venezuela sebelum massa membubarkan diri secara tertib.( Rilis)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar