SETARA: Jangan Sampai Darurat Sipil, Menjadi Darurat Militer!

Nasional138 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Ketua Harian Nasional SETARA Institute, Hendardi menilai pertama, bahwa penjarahan adalah bukan demonstrasi dan tidak pernah dibenarkan oleh hukum, betapapun rakyat marah dengan para pejabat negara. Maka harus dipisahkan aksi demonstrasi konstitusional mahasiswa, buruh, ojol dan elemen sipil lainnya yang damai. Dimana aksi anarkis malam hari, dini hari, dan targetted adalah pola yang hanya bisa digerakkan oleh orang-orang terlatih. Kerumunan massa anarkis adalah fakta permukaan saja.

Baca Juga  Kartu Prakerja Tidak hanya Jadi Bantalan, Tapi Buka Peluang Wirausaha

“Kedua, dalam situasi begini, jelas kontestasi kepentingan yang diduga menggerakkan aksi-aksi anarkis. Ada ketegangan elit, ada kontestasi kekuasaan, ada avonturir politik dan juga conflict entrepreneur yang memanfaatkan faktor-faktor penarik (push factor) yang menjadikan aksi damai tereskalasi menjadi anarkis,” tegas Hendardi, Minggu (31/8/2025).

Ketiga, aparat keamanan harus mengambil kendali situasi dan tindakan tegas serta terukur, didahului dengan peringatan keras. Tindakan tegas tidak berarti penembakan, tetapi juga blokade teritori dan pencegahan yang serius dan sungguh-sungguh. Bukan pemadam yang datang belakangan dan hanya menonton.

Baca Juga  Gerindra Belum Siap Deklarasikan Cak Imin sebagai Cawapres Prabowo

Keempat, aksi anarkis yang bergulir dibiarkan, akan mengundang aksi lanjutan yang menyasar pada kelompok-kelompok lain dan rentan.

Kelima, kecepatan tindakan dan pemulihan harus dilakukan untuk menjaga, harkat manusia, jiwa manusia, perekonomian dan tidak mengundang lahirnya kebijakan represif baru, seperti darurat sipil, darurat militer dan pembenaran-pembenaran tindakan militer lanjutan.

“Dan, keenam, momentum ini tidak boleh menjadi dasar pemberangusan kebebasan sipil dan kemunduran demokrasi semakin terpuruk,” pungkasnya. (MM)

Baca Juga  Semangat Pebalap Binaan Astra Honda Incar Podium Tertinggi di Motegi

 

Komentar