SAHI: Wacana “War Tiket” Berpotensi Melanggar UU dan Prinsip Keadilan Ibadah Haji

Nasional28 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Silaturahim Haji dan Umrah Indonesia (SAHI) mendorong Kementerian Haji dan Umrah untuk mengoptimalkan persiapan pelaksanaan operasional penyelenggaraan ibadah haji, sejak di tanah air maupun di Makkah – Madinah, agar penyelenggaraan haji tahun 2026/1447 H ini lebih berkualitas dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Mengingat musim haji 2026 merupakan tahun pertama bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji secara penuh dan mandiri.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP SAHI, H. Abdul Khaliq Ahmad, pada acara halal bihalal di Jakarta, Minggu (12/4/2026) malam.

Untuk itu, Kementerian Haji seyogyanya fokus pada tugas utamanya dengan baik dan tidak mengembangkan opini dan wacana yg berpotensi destruktif, seperti wacana sistem “war tiket” yang konon sebagai solusi utk mengurangi antrean calon jemaah haji yang kini mencapai 5,7 juta jemaah.

Menurut Khaliq, wacana “war tiket” berpotensi melanggar UU dan prinsip keadilan karena pendaftaran haji berdasarkan nomor porsi, bukan rebutan tiket seperti nonton konser musik. Selain itu, juga akan memicu kesenjangan sosial dan merusak sistem antrean yang sudah ada. Mereka yang memiliki kemampuan finansial dan melek teknologi yang diuntungkan. “Jadi, wacana war tiket mudaratnya jauh lebih besar daripada manfaatnya” jelas Khaliq yang juga anggota Dewan Pertimbangan MUI itu.

Khaliq selaku Ketua Umum SAHI memperkenalkan pengurus inti DPP SAHI. Para Wakil Ketua Umum : Tari Siwi Utami, Agoest Zakaria, Roisudin Ilyas dan Abdul Ghofar. Sekretaris Jenderal Sudarto dan Bendahara Umum Rusti Yanti yang juga merupakan Ketua Panitia Halal Bihalal.

Selain itu, Ketua Dewan Pakar, Prof. Dr. Achmad Husen; Ketua Dewan Pembina, Dr. Siti Ma’rifah; dan Ketua Dewan Penasihat, Prof. Dr. Masykuri Abdillah,dan hadir Prof. Han Liangfu dari Fosun International Hospital China untuk memberikan edukasi kesehatan, terutama masalah kanker dan solusinya. (MM)

 

Komentar