Ribuan Santri Pesantren Tebuireng Jombang Istighosah Doakan Kedamaian Bangsa dan Negara

Nasional27 Dilihat
banner1080x1080

JOMBAMG,SumselPost.co.id – Menyikapi keadaan sosial politik yang semakin genting, Pesantren Tebuireng Jombang gelar istighosah yang diikuti ribuan santri, pengurus pondok, serta guru pengajian. Istighosah tersebut dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib yang bertempat di masjid Pesantren Tebuireng. Sabtu, (30/08/2025).

Menurut Kiai Mustaqim Askan, istighosah tersebut merupakan intruksi langsung dari KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam menyikapi fenomena sosial politik yang semakin pelik.

“Mengingat keadaan Indonesia tidak baik-baik saja, mari kita berdo’a bersama,” ujarnya di hadapan ribuan santri Pondok Putra Pesantren Tebuireng.

Baca Juga  Waka DPR Adies Kadir Sampaikan Usulan Guna Mitigasi Kebijakan Tarif Resiprokal AS

Kiai Mustaqim berharap agar keadaan semakin membaik serta semua masyarakat menemukan jalannya masing-masing untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Semoga Indonesia aman sejahtera, rakyatnya dapat jalan terbaik semuanya,” ungkapnya.

Dalam satu komando yang sama, ratusan santri putri beserta pembina dan pengurus Pondok Putri Pesantren Tebuireng juga turut melaksanakan Istighosah bersama dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

Ribuan santri putri Tebuireng tampak turut melaksanakan Shalat Ghaib untuk Affan Kurniawan, driver ojek onlineyang tewas dilindas mobil Rantis.Brimob di tengah-tengah demonstrasi berlangsung di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, dalam tiga hari terakhir terjadi gelombang demonstrasi besar yang terjadi di berbagai kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, dan wilayah lain. Demonstrasi semakin membesar setelah tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online karena dilindas mobil Barakuda pada Kamis (28/08/2025) malam tersebut.

Baca Juga  Perkara antara PT SKB dan PT GPU Ormas Garda Prabowo DKD Sumsel Aksi Di PN Lubuk Linggau

Sehingga peristiwa tersebut semakin memperkeruh keadaan. Yang semula masyarakat memprotes tunjangan dan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang besar di tengah rakyat susah, akhirnya demo itu menjalar kemana-mana.

Aksi merusak dan membakar gedung pemerintah, fasilitas umum, hingga penjarahan terjadi di mana-mana. Pembakaran itu mengakibatkan jatuhnya korban meninggal. Banyak korban dari masyarakat juga dari rakyat sendiri.

Selain gedung pemerintah dan fasilitas umum, penjarahan juga terjadi di rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, rumah dinas Wagub Jatim Emil Dardak, rumah dinas Menkeu Sri Mulyani dan lain-lain

Baca Juga  Tinjau Pasar Cihapit Bandung, Puan Minta Pemerintah Siapkan Instrumen Stabilkan Harga Jelang Ramadan

Banyak pengamat menilai, gelombang besar ini akibat kekecewaan masyarakat khususnya kepada DPR yang tidak merepresentasikan keberpihakannya kepada masyarakat banyak. Ferry Irwandi, influencer politik sekaligus pendiri Malaka Project berkali-kali menuntut tanggung jawab kepada DPR karena telah memancing kemarahan publik. Terutama Ahmad Sahroni yang sempat melontarkan kalimat kasar menyikapi rakyat yang hendak melaksanakan demonstrasi dan bubarkan DPR direspon dengan berkata, “Rakyat paling tolol,” dan lain sebagainya. (MM)

 

Komentar