Rejung Pesirah Angkat Tradisi Tadut di Ajang Ngaji Budaya Kemenag Palembang

Berita Utama411 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Kelompok musik etnik asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang memadukan musik tradisional dengan alat musik modern Rejung Pesirah pimpinan Vebri Al Lintani tampil di acara Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara, Provinsi Sumatera Selatan dengan tema “Merawat Keberagaman Tradisi dan Budaya di Bumi Sriwijaya”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Subdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Jumat (28/11/2025) di auditorium MAN 3 Palembang.

Rejung Pesirah sendiri terdiri dari Vebri Al Lintani sebagai Ketua sedangkan pemain terdiri dari Imansyah, Ali Goik, Randi Putra Ramadhan, M. Syawal, Zayat, Ali Bass, Genta dan Syair oleh Isnayanti Safrida .
Menurut Vebri kalau pihaknya di minta mengisi untuk kegiatan Ngaji Budaya , informasi dari Kemenag ini di tujuh kota termasuk , Yogya, Jakarta dan Palembang itu yang keenam,” katanya.

Ngaji budaya di Kemenag ini menurut Vebri dilakukan setiap tahun dan pihaknya diminta mengisi.

“ Saya tadi membawa materi tadi tentang Tadut, salah satu tradisi lisan yang digunakan untuk syiar agama Islam di Basemah atau Pagaralam , Semende dan suku-suku yang termasuk dalam suku Basemah lainnya,”katanya.

Selain itu menurutnya yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 500 orang terdiri dari penyuluh agama , majelis taklim dan guru-guru seluruh Sumsel .

“Mereka antusias , jadi cukup bagus, tadi kita coba ajak mereka untuk berpartisipasi untuk betadut,”katanya.

Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menegaskan pentingnya budaya sebagai jembatan keberagaman Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan wadah ekspresi sekaligus ruang perjumpaan antara nilai keagamaan dan tradisi.

“Indonesia sangat beragam. Budaya adalah alat yang menjembatani semua perbedaan itu. Bagi generasi muda, mengenal budaya berarti mengenal jati diri, dan semakin mengenal budaya, insya Allah semakin dekat dengan Tuhannya,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menilai kegiatan ini sangat penting di tengah derasnya perubahan sosial yang mulai menggerus tradisi lokal.

“Tradisi daerah dan tradisi keislaman perlahan memudar. Karena itu, kegiatan seperti Ngaji Budaya patut terus dilestarikan. Bahkan menurut saya penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dan madrasah, agar anak-anak tetap mengenal budaya, tradisi, dan nilai keislaman yang dulu sangat hidup di daerah kita,” katanya.

Selain menampilkan lagu -lagu tradisional Sumsel juga di selingi dengan pemaparan materi Tadut oleh Vebri Al Lintani dilanjutkan dengan praktek membawakan syair Tadut oleh Isnayanti Safrida.

Komentar