Ratusan Warga Antusias Ikuti Ziarah Kesultanan dan Auliya’l Palembang Darussalam

banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Ziarah Kesultanan dan Auliya’ Palembang Darussalam (Palembang Lamo) yang ke VI di gelar , Sabtu (14/2/2026).

Acara diikuti ratusan warga dengan menggelar pawai ta’aruf dari Masjid Sultan Agung 1 Ilir Palembang menuju makam Ki Gede ing Suro, pemakaman Sabokingking, ke pemakaman Kawah Tengkurep dan Pemakaman Auliya Palembang Lamo.

Acara juga di warnai dengan pembacaan Surat Yasin, Tahlil, dan Doa.
Hadir diantaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn di damping M.Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Suryo Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani), Pangeran Jayo Syarif Lukman ,Ustadz KH Ahmad Fauzi Zawawi Idzhom Bin Kyai Haji Abdullah Zawawi Idzhom, Asisten I Pemkot Palembang, Ichsanul Akmal , Ketua Umum Gabungan Brigade Advokat dan Jawara (Bung Baja), Adv. Iskandar Sabeni SE, seniman Palembang Ali Goik, perwakilan TNI dan Polri dan masyarakat.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn berharap kedepan bisa sama-sama meningkatkan kebersamaan dan membesarkan kegiatan ini.

“Kita lihat acara sudah enam tahun berjalan , artinya istikomah kita sudah berjalan dan kedepan Insya Allah kita membuat lebih besar lagi dan lebih banyak berkoordinasi dengan stekholder terkait, karena bukan hanya zuriat dari Kesultanan Palembang Darussalam tapi masyarakat kota Palembang juga merupakan bagian dari kegiatan ini,” katanya.

SMB IV mengajak semuanya warga Palembang untuk bersama-sama meningkatkan ukuwah bersama dan menziarahi kuburan-kuburan leluhur kita yang merupakan bagian dari kita dimasa lalu.

“Supaya kita bisa menjadi bangsa yang besar dan hebat kedepannya karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya,”katanya.

Ustadz KH Ahmad Fauzi Zawawi Idzhom Bin Kyai Haji Abdullah Zawawi Idzhom kegiatan ini dipusatkan diempat titik diantaranya di Masjid Sultan Agung 1 Ilir Palembang, Ki Gede ing Suro, pemakaman Sabokingking, ke pemakaman Kawah Tengkurep.

“Tadi pagi kita melaksanakan sarapan pagi bersama dengan masyarakat Palembang , bubur suro dan juga kita melaksanakan bacaan yasin dan tahlil di makam dan kami melaksanakan pawai dengan menaiki motor dan mobil yang kita mulai pukul 08.30 dan saat kita ke Kawah Tengkurep kita mengadakan pawai setiap tahun diikuti para ulama, umaro dan Kesultanan Palembang Darussalam dan anak-anak kita , majelis taklim, majelis zikir dan juga anak-anaks ekolah aktip dalam mengikuti acara ini,”katanya.

Dia sengaja melaksanakan kegiatan ini lantaran dia melihat generasi sekarang sudah tidak tahu bahwa Kesultanan Palembang Darussalam memiliki adat istiadat dan budaya yang besar.

“Dan mereka sudah tidak mengerti lagi sekarang , makanan-makanan khas Palembang sudah tidak tahu lagi , jadi makanya dengan momen ziarah Kesultanan dan Auliya’ Palembang Darussalam (Palembang Lamo) kita angkat kembali busaya-budaya, seni budaya dan makanan-makanan khas Palembang supaya mereka tahu bahwa leluhur kita mempunyai budaya yang sangat besar,”katanya.

Komentar