PT Diza Matra Powerindo: Dari Bumi Untuk Kehidupan dan Bekerja Profesional

Berita Utama144 Dilihat
banner1080x1080

Muara Enim Sumselpost.co.id – PT Diza Matra Powerindo yang beroperasi dalam pengangkutan batu bara dari stasiun Serdang Gelumbang menuju pelabuhan Patra Tani Muara Enim Muara Belida Kabupaten Muara Enim tersebut, angkat bicara serta membantah yang disebut-sebut sebagai pemicu debu yang mengotori aliran sungai Musi hingga katanya warna aliran sungai Musi berwarna hitam, dan juga disebut-sebut sebagai pemicu terjadi keluhan masyarakat akibat adanya debu selama ini, khususnya didesa Patra Tani Muara Belida Kabupaten Muara Enim.

Mengkonfirmasi pihak PT Diza Matra Powerindo Manager PT Diza Matra Powerindo Hendradi, melalui Tim CSR /Eksternal PT Diza Matra Powerindo, H.Iskandar, dan Japri, S,Sos, terkait adanya narasi yang beredar tentang hal yang disebut-sebut bahwa PT Diza Matra Powerindo sebagai pemicu timbulnya debu yang diduga membuat hitamnya aliran sungai Musi serta akibat aktifitas angkutan batu bara oleh PT Diza Matra Powerindo sebagai pemicu timbulnya debu yang dikeluhkan masyarakat Desa Patra Tani tersebut, melalui keterangan persnya pada media ini menegaskan, bahwa adanya narasi yang beredar dengan secara langsung menuduh PT diza Matra Powerindo sebagai penyebab timbulnya aliran sungai Musi berwarna hitam akibat debu dari perusahaan serta debu dikeluhkan masyarakat Patra Tani tersebut, dengan ini kami pihak perusahaan membantah dengan tegas bahwa hal yang dimaksud itu tidak benar sama sekali.

“Dari adanya kegiatan operasional angkutan batu bara menuju pelabuhan Patra Tani, PT Diza Matra telah mempunyai jalan khusus, dan itupun setiap harinya telah dilakukan penyiraman air melalui mobil tengki secara rutin hingga sampai ke pelabuhan,” tegas Tim CSR/Eksternal PT Diza Matra Powerindo H.Isknadar dan Japri, S,Sos, pada media ini (29/10).

Dikatakannya, bahwa perusahaan dalam antisipasinya debu agar tidak menyebar dan tidak mengotori aliran sungai Musi tersebut, melalui sistem kompayer tongkang batu bara atau dikenal sebagai Barge Loading Conveyor (BLC), telah dioperasikan melalui sistem ban berjalan (belt conveyor) khusus di dermaga (jetty) yang berfungsi memindahkan batu bara di area penampungan (stockpile) ke dalam kapal tongkang secara otomatis dan efesiensi, serta dilakukan penyiraman air secara rutin.

“Ya, jadi semua kegiatan melalui Stockpile dan hopper atau tempat penampungan awal batu bara sebelum dimasukkan ke jalur konveyor melalui mesin hopper telah dilakukan sejak awal, dan sistem melalui pemeriksaan uji laboratorium atas air aliran sungai Musi yang dilakukan hasilnya uji Lab, tidak ditemukan zat atau unsur yang berbahaya,” bebernya.

Ditambahkannya, bahwa diketahui juga terkait adanya timbul debu jalan atas operasional angkutan batu bara menuju pelabuhan melalui jalan khusus melik PT Diza Matra Powerindo, itu juga sudah dilakukan secara rutin melalui penyiraman oleh mobil tangki (water truck ), diketahui juga bahwa PT Diza Matra Powerindo dalam hal sosial tersebut, telah memberikan bentuk kepedulian sosial untuk masyarakat sekitar yang dilakukan secara rutin (kompensasi), belum lagi kegiatan sosial lainnya, seperti Jum’at berbagi dengan mengundang para santriawan dan santriwati dari pondok pesantren diwilayah sekitar, serta diketahui juga telah mengkaryakan masyarakat lokal dalam bekerja.

“Jadi kita harapkan kerjasama kepada semua pihak, agar melihat kondisi ini secara realistis dan bertanggung jawab,”terang Tim CSR/Eksternal PT Diza Matra Powerindo melalui keterangan persnya tersebut.(29/10).
Sementara menggapai hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Patra Tani Beni Frizal, membenarkan bahwa pihak PT Diza Matra Powerindo telah terjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan Pemdes Patra Tani, dan selama ini juga masyarakat sangat mendukung adanya perusahaan yang beroperasi diwilayah Patra Tani tersebut. “Selama ini masyarakat Patra Tani merasa terbantu, dan tidak ada keluhan yang dimaksud, dan kita akui perusahaan telah bekerja secara professional,” pungkas Kades Patra Tani Beni Frizal.(29/10).

Sementara itu diketahui, bahwa terpantau saat ini disekitar pelabuhan armada tongkang PT Diza Matra Powerindo aliran sungai Musi terpantau jernih, dan diketahui pula bahwa PT Diza Matra Powerindo tengah juga berfokus untuk merampungkan proyek fly over guna mendukung peraturan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang nantinya mobilisasi angkutan batu bara dari stasiun kereta api serdang menuju pelabuhan tidak lagi melintasi jalan umum yang hanya jarak beberapa meter tersebut.(jn.red)

Komentar