PGK Banyuasin Gelar Dialog Kebangsaan Awal 2026, Dorong Ruang Kreatif Pemuda

Berita Utama418 Dilihat
banner1080x1080

Banyuasin, Sumselpost.co.id — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Banyuasin menggelar Dialog Kebangsaan Awal Tahun 2026 di ruang terbuka Inti Cafe, Jalan Merdeka, Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemuda Hari Ini adalah Pemimpin Masa Depan”, sekaligus mengkampanyekan pentingnya penyediaan ruang kreatif sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda di Banyuasin.

Dialog kebangsaan ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Banyuasin Ir. Alfian, M.M., Staf Tenaga Ahli Bupati Bidang Kepemudaan Yudi Yansyah M. Dagar, Kasat Intelkam Polres Banyuasin AKP Novidilhan, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banyuasin Sirajudin, S.Sos., M.Si., Camat Banyuasin III Santo, S.Sos., M.Si., serta perwakilan lintas sektor kepemudaan, pegiat sosial, mahasiswa, aktivis, OKP, Ormas, dan NGO.

Forum ini menjadi ruang terbuka bagi para pemuda untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta harapan terhadap arah kebijakan kepemudaan di Kabupaten Banyuasin.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PGK Banyuasin Panji Al-Fatih menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya dijadikan pelengkap dalam agenda seremonial pemerintah, melainkan harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan daerah.

“Jika pemuda disebut sebagai pemimpin masa depan, maka hari ini mereka harus diberi ruang untuk tumbuh. Ruang kreatif bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi laboratorium gagasan dan kepemimpinan. Tanpa itu, visi besar kepemudaan hanya akan menjadi slogan,” ujar Panji.

Ia menyoroti masih minimnya kebijakan konkret pemerintah daerah dalam penyediaan ruang kreatif yang berkelanjutan dan inklusif bagi pemuda. Menurutnya, banyak ruang publik yang seharusnya dapat dioptimalkan untuk kegiatan literasi, seni, diskusi, serta kewirausahaan pemuda.

“Pembangunan jangan hanya diukur dari aspek fisik dan proyek semata. Tanpa investasi serius pada sumber daya manusia, terutama pemuda, daerah ini akan tertinggal secara kualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin Ir. Alfian, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif PGK Banyuasin yang dinilainya sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif dari kalangan pemuda, serta mendorong agar ruang-ruang dialog seperti ini terus diperbanyak.

“Pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah menyambut baik gagasan mengenai ruang kreatif pemuda dan berharap terjalin kolaborasi lintas sektor agar ide-ide kreatif generasi muda dapat diakomodir dalam program pembangunan,” katanya.

Meski demikian, Alfian mengakui bahwa penyediaan ruang kreatif membutuhkan sinergi dan perencanaan matang agar dapat berjalan efektif serta berkelanjutan.
Di tempat yang sama, aktivis pemuda Masalim, yang akrab disapa Salim Owner, mengapresiasi pelaksanaan Dialog Kebangsaan Awal Tahun 2026 yang digelar DPD PGK Banyuasin.

Menurutnya, dialog kebangsaan tersebut menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk menumbuhkan kesadaran kritis, memperluas wawasan kebangsaan, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

“Dialog seperti ini sangat penting, terutama di awal tahun, karena mampu membangun mindset pemuda agar tidak apatis terhadap persoalan bangsa dan daerah. Pemuda harus dilibatkan dalam ruang-ruang diskusi yang sehat dan konstruktif,” tukasnya.
Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda dituntut tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir memberikan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.
Dialog kebangsaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah. DPD PGK Banyuasin pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi pemuda agar dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi muda Banyuasin. (Ida)

Komentar