Perkuat Hubungan Indonesia–Rusia, DPD RI Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Nasional26 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan B. Najamudin mendorong daerah-daerah di Indonesia untuk memanfaatkan peluang kerja sama dengan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, industri, dan pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar internasional, memperluas peluang investasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Rais (Kepala) Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, beserta delegasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia melalui pengembangan potensi kerja sama dengan Tatarstan, salah satu wilayah strategis di Rusia yang memiliki kekuatan ekonomi dan industri.

Sultan mengatakan, pertemuan tersebut membuka ruang pembahasan yang lebih konkret mengenai peluang kolaborasi kedua pihak. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama ini perlu terus dikembangkan, tidak hanya melalui hubungan antarpemerintah dan antarparlemen, tetapi juga dengan melibatkan dunia usaha dan masyarakat.

“Kami baru saja menerima kepala negara bagian Federasi Rusia, Tatarstan, salah satu yang paling kaya di Rusia. Sudah beberapa kali kami berencana bertemu, dan baru kali ini bisa menerima langsung. Banyak diskusi terkait perkembangan hubungan Indonesia dan Rusia,” ujar Sultan.

Sebagai tindak lanjut pertemuan, Sultan mengungkapkan bahwa dirinya bersama unsur dunia usaha dan kementerian terkait, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), mendapat undangan untuk menghadiri Kazan Expo 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027. Forum ekonomi berskala besar tersebut diperkirakan akan mempertemukan sekitar 23.000 peserta dan menjadi kesempatan strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang pasar, kemitraan industri, serta investasi di Tatarstan.

“Tentu saya berkewajiban menghubungkan posisi daerah Indonesia, sebagai Ketua DPD RI, dengan peluang yang ada di negara mereka,” tegas Sultan.

Ia menjelaskan, Tatarstan memiliki sejumlah keunggulan di berbagai sektor, antara lain pertanian, industri berat, perkapalan, helikopter, hingga alat berat. Potensi tersebut dinilai dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan industri di Indonesia. Dalam konteks ini, DPD RI memiliki peran strategis untuk menjembatani potensi daerah dengan mitra internasional, sehingga kerja sama yang dibangun tidak hanya memberikan manfaat pada tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang nyata bagi perekonomian daerah.

Selain sektor ekonomi dan industri, Sultan juga menekankan pentingnya membangun hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) sebagai fondasi kerja sama jangka panjang. Menurutnya, peluang kolaborasi Indonesia dan Tatarstan perlu diperluas hingga mencakup bidang pendidikan, pertukaran pelajar, serta kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia, khususnya di Tatarstan.

“Dengan terhubungnya people-to-people contact, hubungan kita bukan hanya ekonomi, tetapi lintas bidang. Ada peluang menyekolahkan anak-anak Indonesia ke Rusia, ke negara bagian mereka, serta pertukaran belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Tatarstan Rustam Minnikhanov mengapresiasi hubungan baik yang terus dibangun DPD RI dengan Rusia. Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas sejumlah peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tatarstan.

“Kami mengidentifikasi ada tiga bidang prioritas, yakni penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan, promosi produk halal Tatarstan di pasar Indonesia, serta pertukaran pendidikan. Kami telah membahas beberapa isu kerja sama, dan saya yakin ada banyak potensi antara kedua negara kita, khususnya Tatarstan,” katanya.

Menutup pertemuan tersebut, Sultan menegaskan bahwa penguatan hubungan Indonesia dan Tatarstan harus diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan manfaat konkret. Melalui sinergi pemerintah, parlemen, dunia usaha, dan masyarakat, peluang kolaborasi internasional diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi, perluasan kesempatan usaha, pengembangan sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi daerah. (MM)

 

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar