Pali Sumselpost.co.id -Terdapat proyek cetak sawah yang tengah melakukan pembangunan cetak sawah yang berlokasi di 4 (empat) Desa, yakni Desa Betung Barat, Betung Selatan, Tanjung Kurung, Pengabuan, dan Prambatan ,Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), jadi sorotan dan dipertanyakan.
Pasalnya, terungkap melalui adanya desas desus dari masyarakat tersebut, bahwa pembangunan cetak sawah yang berlokasi dibeerapa Desa tersebut, diduga banyaknya tumpukan pupuk yang tidak teratur karena tidak ada tempat gudang pengamanan, dan diduga pupuk hanya ditimbun dengan ditutup terpal.
Mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek cetak sawah atas nama Rado Nasir dan juga salah satu penerima pupuk didesa Pengabuan terkait keberadaan pupuk yang diduga tidak teratur ditempatkan serta jumlah pupuk berapakah yang diterima, namun sayangnya tidak memberikan balasan secara transparan, dan hanya saling lempar jawaban agar bapak wartawan dapat menghubungi saudara kepala divisi pupuk maupun pihak terkait proyek cetak sawah tersebut, dengan mengajak bersama-sama menghitung pupuk yang datang dengan jumlah yang kami terima,” ujarnya pada media ini (22/01/2026).
Sementara adanya dugaan permalasahan terjadi terkait keberadaan pupuk tersebut, diduga adanya kegiatan yang tidak beraturan dalam management proyek, karena penyaluran pupuk di pekerjaan cetak sawah belum selesai dikerjakan, yang kesemuanya diduga adanya permainan, serta menjadi pertanyaan sehingga kemungkinan adanya dugaan unsur kesengajaan, dan kemudian siapa yang bertanggung jawab mengeluarkan kebijakan yang tidak beraturan tersebut.
Ketua LSM Macan Pali Hendra S, mengatakan, bahwa pihak yang dianggap terkait agar dapat menindaklanjuti perihal penyaluran pupuk maupun yang dianggap janggal tersebut.
Lanjut Hendra, bahwa lokasi proyek cetak sawah yang kini tengah berlangsung tentunya sangat kita dukung, tapi, harusnya beraturan dan jangan terjadi adanya dugaan salah pengaturan management proyek program cetak sawah tersebut.
Karena kata Hendra, pupuk yamg sudah disalurkan, sementara cetak sawah belum selesai tersebut, patut diduga ada kemungkinan unsur kesengajaan dalam penyaluran pupuk tersebut.
Hendra menambahkan, bahwa atas adanya temuan dugaan kejanggalan terkait proyek cetak sawah tersebut, siapakah yang dapat mempertanggungjawabkan atas adanya pengeluaran pupuk tersebut, karena program cetak sawah itu sendiri masih jauh dari rampung, dan jangan-jangan bisa saja ada dugaan bibit-bibit untuk program cetak sawah sudah disalurkan,” tambah Hendra S.(23/01).
Media ini mengkonfirmasi kepala dinas pertanian Kabupaten Pali Ahmad Jhoni SP,MM, guna meminta penjelasan perihal tersebut, namun, sangat disayangkan pejabat yang memberikan keputusan tidak berada ditempat,pada Kamis (22/01/2026).(Ar/red.jn)


















Komentar