Pelepasan Mahasiswa KKN Universitas Tridinanti Palembang Di Camat Sako

Uncategorized454 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co id – Penjemputan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 34 Universitas Tridinanti Palembang (UTP). Bertempat di Kecamatan Sako Palembang, Selasa (07/03/2023).

Dr. Ir. Hj. Nyimas Manisah MP menyampaikan, Bahwa KKN Universitas Tridinanti angkatan 34 ini diikuti 751 mahasiswa semester akhir sebagai persyaratan untuk bisa selesai atau lulus, mereka dibagi perkelompok masing-masing 25 orang untuk 4 kelurahan.

“Kenapa kami memilih kecamatan Sako sebagai tempat mahasiswa UTP KKN, karena kecamatan Sako memiliki potensi daerah yang sedang sangat berkembang, dan agar mahasiswa bisa tahu bagaimana kehidupan masyarakat di kecamatan yang sedang berkembang,” Ujarnya.

Baca Juga  Fahrul : Bukan Preman Kampung dan Saya Korban Pengeroyokan

Rektor UTP menuturkan, Tujuan KKN ini adalah agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung diluar kampus karena selama ini mereka mendapatkan ilmu hanya di dalam kampus, sekarang mereka benar-benar bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan di kampus untuk bisa diterapkan di masyarakat.

“Satu kata untuk kegiatan hari ini, Kecamatan Sako Hebat dan Luar Biasa,” Tukasnya.

Sementara itu, Drs. Amiruddin Sandy S.STP. M.Si. mengucapkan terima kasih atas dipilihnya kecamatan Sako menjadi lokasi KKN dan kami sangat terkesan dengan KKN ini karena mahasiswa-mahasiswa ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di kecamatan Sako, semoga masyarakat Sako bisa memberikan respon dan kesan yang baik kepada mahasiswa UTP.

Baca Juga  K2PI Sumsel Gelar Buka Bersama Guna Pererat Silahturahmi

“Banyak program-program yang sudah dilaksanakan seperti, kegiatan Media Layanan Edukasi Ramah Sampah Keliling (My Darling) yang melibatkan mahasiswa KKN, pembuatan briket arang organik, pembuatan tempat-tempat umum, pembersihan tempat umum, senam, gotong royong, posyandu dan lain-lainnya di masyarakat,” Terangnya.

“Pesan saya kepada adik-adik mahasiswa UTP, jadikan momen KKN ini menjadi pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan. Hal-hal yang sifatnya baik dan ilmu pengetahuan jadikan pelajaran dan pengalaman, dan yang tidak baik untuk ditinggalkan di kecamatan Sako, tidak perlu diceritakan kepada yang lain,” pungkasnya (niken)

Komentar