Pelaku Usaha Dilarang Buka Lahan Dengan Cara Membakar

Berita Utama1150 Dilihat

Muara Enim Sumselpost.co.id – Polres Muara Enim Polda Sumsel melaksanakan rapat koordinasi terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilaksanakan di Ruangan Rupatama Mapolres Muara Enim, pada Sabtu (9/8/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh DPRD Muara Enim, Kodim 0404/Muara Enim, Kejaksaan Muara Enim, Pengadilan Muara Enim, Sekretaris Daerah, Kaban BPBD, Kadin PBK, Kasat Pol. PP, Kadin Perkebunan, Kadin Pertanian, Kadin Kesehatan, Kadis Kominfo, Camat Muara Enim, Manggala Agni, PT. MHP, PT. PN VII, PT. BSP, PT. CIFU, PT. R6B, PT.IAL, PT.SAM, PT.BA, Ketua MUI, Ketua FKUB, Kemenang, Ketua PWI, dan LSM.
Rapat koordinasi Karhutla tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sebagai komitmen bersama untuk mencegah kebakaran di Wilkum Polres Muara Enim Rapat koordinasi yang dilaksanakan merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah ini.

Kebakaran hutan dan lahan dapat memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi.

Dalam rapat koordinasi ini, berbagai langkah strategis dapat dibahas, termasuk pemantauan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, peningkatan patroli dan pengawasan, edukasi masyarakat tentang bahaya karhutla, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terkait dengan pembakaran hutan dan lahan ilegal.

Baca Juga  Ikuti Rakornas, BR Dapat Dukungan Ketum DPP PAN Majukan Muara Enim

Semoga rapat koordinasi ini berhasil dalam memitigasi risiko karhutla di wilayah Muara Enim dan melindungi lingkungan serta masyarakat dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi, SH, SIK, MH melalui Waka Polres Muara Enim Kompol CS. Panjaitan, SE, MSi mengatakan, bahwa Rakor tersebut adalah salah satu upaya dalam penanganan Karhutla di Muara Enim.

Waka Polres Muara Enim Kompol CS. Panjaitan, SE, MSi juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, serta pelaku usaha di bidang kehutanan/perkebunan, dan pertanian, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. (JnP)

Komentar