Musda XI MUI Sumsel Resmi Dibuka, Pemerintah Harapkan MUI Terus Menjadi Peneduh Umat

Berita Utama68 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan resmie dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Chandra, M.H., mewakili Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, di Asrama Haji Palembang, Jumat (7/8/2026).malam.

‎Musda yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan MUI Sumsel masa khidmat 2021–2026 sekaligus menyusun program kerja serta memilih kepengurusan baru periode 2026–2031.‎

‎Pembukaan Musda dihadiri Ketua MUI Sumatera Selatan Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A., jajaran pengurus MUI kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, para ulama, pimpinan pondok pesantren, akademisi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Hadir pula mewakili MUI Pusat, Prof. Dr. Armai Arief, M.A., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta Musda.

‎Ketua MUI Sumatera Selatan Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A. menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta menyusun langkah organisasi dalam menjawab tantangan umat yang semakin kompleks.

‎“Musyawarah ini harus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat persatuan para ulama, serta menghasilkan kepemimpinan yang amanah, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan umat sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujarnya.

‎Sementara itu, Sekda Sumsel Edward Chandra membacakan sambutan tertulis Gubernur Herman Deru yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan, menjaga persatuan umat, dan memberikan tuntunan kepada masyarakat.

‎Menurutnya, MUI memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

‎“MUI diharapkan terus menjadi peneduh umat, penjaga kerukunan, serta pengawal kehidupan beragama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis,” kata Edward Chandra membacakan sambutan Gubernur.

‎Ia menambahkan, tantangan kehidupan modern, perkembangan teknologi informasi, serta perubahan sosial menuntut sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan para ulama. Karena itu, MUI diharapkan terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan, memperkuat akidah, membina akhlak masyarakat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat dan kebangsaan.

‎Mewakili MUI Pusat, Prof. Dr. Armai Arief, M.A. mengajak seluruh peserta Musda menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan keikhlasan dalam memilih kepemimpinan baru.

‎Menurutnya, MUI memiliki dua fungsi strategis, yakni sebagai *khadimul ummah* (pelayan umat) dan *shadiqul hukumah* (mitra pemerintah). Oleh karena itu, setiap keputusan yang dihasilkan Musda diharapkan mampu memperkuat peran MUI dalam membimbing umat sekaligus menjaga persatuan bangsa.

‎‎Selama pelaksanaan Musda, peserta akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus masa khidmat 2021–2026, sidang komisi, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, perumusan rekomendasi strategis, pemilihan Ketua Umum MUI Sumatera Selatan, Dewan Pertimbangan, hingga pembentukan kepengurusan baru periode 2026–2031.

‎Musda XI MUI Sumatera Selatan diharapkan melahirkan kepemimpinan yang amanah, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat eksistensi MUI sebagai rumah besar umat Islam di Sumatera Selatan.

‎Harapan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 103:‎

‎Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” (QS. Ali Imran: 103).

‎Ayat tersebut menjadi pengingat penting bahwa persatuan, musyawarah, dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi umat. Melalui Musda XI ini, MUI Sumatera Selatan diharapkan semakin kokoh menjalankan perannya sebagai pembimbing umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang religius, harmonis, maju, dan berakhlak mulia.

laporan ; mariyun

Komentar