MoU Bulog dan Banyuasin Perkuat Serapan Gabah Petan

Berita Utama48 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id- Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait rencana pembangunan infrastruktur pasca panen menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Sumatera Selatan, Selasa (24/2).

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H menyatakan kerja sama tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat petani di daerahnya, terutama dalam mengatasi persoalan pasca panen yang selama ini menjadi tantangan.

“Ya, kita bersyukur alhamdulillah, bersama Bulog melaksanakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang tadi sudah sama-sama kita tandatangani. Dan ini bagi kami sebuah anugerah sebagai jawaban daripada harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Banyuasin di sektor pertanian,” ujar Askolani.

Ia menuturkan, peningkatan produksi padi di Banyuasin harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan harga gabah tetap stabil.

“Memang menjadi kesulitan kita pasca panen untuk menampung beras maupun padi dari masyarakat kita, dan seiring sejalan dengan peningkatan produksi, dan harga gabah ini turun. Sehingga dengan adanya kerja sama untuk pembangunan gudang, RMU, dryer, silo, ini bisa membawa angin segar bagi petani kita di Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Selain itu, Pemkab Banyuasin juga membuka peluang pengembangan hilirisasi produk beras seperti pabrik tepung beras hingga pakan ternak sebagai bagian dari paket super lengkap yang akan dikaji bersama Bulog.

“Jadi lahannya sudah ada, tinggal Bulog memilih. Ada lahan yang 8 hektar, ada 4,5 hektar, ada yang 2,5 hektar. Kalau perlu lagi, kita beli dan kita hibahkan ke Bulog. Untuk infrastruktur jalan, itu urusan kami, pemerintah daerah bersama provinsi dan pusat,” tegasnya.

Askolani menjelaskan, seluruh lahan yang disiapkan berada di Kecamatan Tanjung Lago dan siap digunakan setelah Bulog menentukan lokasi yang paling strategis.

Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan Banyuasin sebagai salah satu sentra produksi padi menjadi prioritas pembangunan infrastruktur pasca panen yang terintegrasi.

“Seperti kita ketahui, Banyuasin merupakan sentra produksi padi. Karena itu, atas saran Bapak Presiden, untuk daerah produsen padi kita bangun paket lengkap, yaitu dari dryer sampai ke gudang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari gudang penyimpanan, kemudian dilanjutkan dengan fasilitas pengering dan penggilingan padi sesuai kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi hibah.

“Kalau sebelum lebaran seluruh kelengkapan administrasi hibah sudah diselesaikan dan persetujuan DPRD sudah ada, maka paling tidak untuk 2026 kita akan bangun gudang terlebih dahulu, baru menyusul kemudian dryer dan penggilingan padi,” katanya.

Menurutnya, kapasitas fasilitas yang akan dibangun akan disesuaikan dengan luas lahan dan aksesibilitas lokasi, sehingga mampu menyerap produksi petani secara optimal saat musim panen raya.

“Kalau lahannya luas dan akses jalannya bagus, kita akan bangun dengan kapasitas yang lebih tinggi. Dan itu akan memberikan jaminan bagi petani sehingga pada waktu panen raya dapat diserap dan harga dapat dijaga,” kata Sudarsono.(niken)

Komentar