Palembang Sumselpost.co.id – Kabut asap pekat tebal kembali menyelimuti Kota Palembang, pada Senin (05/10/2026) pagi jelang siang ini.
Akibatnya, dipastikan kualitas udara di Kota Palembang berada dalam kategori berbahaya akibat kepungan kabut asap pekat dari adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Kota Palembang melonjak drastis hingga menyentuh angka 882 ug/m3 hingga 903,6 ug/m3 pada waktu dini hari jelang pukul 05.00 WIB.
Sementara nilai tersebut,menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun pemantauan.
Adapun dua stasiun pemantau utama telah mencatatkan angka ekstrem pada pagi hari, yakni Stasiun Talang Betutu mencapai 632,4 ug/m3. Pada indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, angkanya bahkan sempat berfluktuasi menembus kisaran 780 hingga lebih dari 1.000.
Sementara itu, terpantau kabut asap yang kembali menyelimuti kawasan Kota Palembang tersebut, yakni kawasan jembatan Ampera hingga rute ke jalan Sudirman dan jalan Soekarno -Hatta bahkan kawasan simpang rumah sakit Charitas Palembang maupun beberapa kawasan lainya.
Dari informasi dihimpun tersebut, bahwa sumber asap tebal ini merupakan kiriman dari titik-titik adanya kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Kabupaten tetangga, terutama dari wilayah Kabupaten OKI dan Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan daerah sekitar yang mana asap terbawa embusan angin menuju Kota Palembang.
Sementara akiba kabut asap pekat tersebut, dampak langsung terhadap warga adanya jarak pandang sangat terbatas dan Kanit asap pekat juga mulai masuk ke dalam rumah warga, sehingga memicu mata perih, batuk-batuk, serta lonjakan kasus ISPA meningkat.(jn.red)














Komentar