Kondisi Jalan Rusak Parah di Semende Muara Enim Ancam Keselamatan Masyarakat

Berita Utama144 Dilihat
banner1080x1080

Muara Enim Sumselpost.co.id -Status kondisi jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), dengan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, makin kian memprihatinkan dan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, kerusakan parah terlihat tepat di depan SMP Lawang Agung tersebut, terdapat beberapa titik badan jalan telah dipenuhi lobang-lobang besar yang menganga dengan kedalaman hingga mencapai sekitar 30 centimeter, yang mengakibatkan membahayakan pengguna jalan.
Sebut saja Badri warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan, karena ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk para pelajar yang berangkat dan pulang sekolah.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, lobang-lobang besar yang menganga tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut, saat kondisi hujan turun, genangan air menutupi lubang sehingga sulit dikenali oleh pengendara.

Kondisi ini meningkatkan resiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang mendominasi arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Nah, kalau tidak hati-hati bisa jatuh, apalagi malam hari atau setelah hujan, dan lobangnya tidak terlihat,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat merayakan hari raya idul Fitri 1447 H.

Sementara itu, kekhawatiran serupa juga dirasakan para orang tua siswa. Mereka menilai kerusakan jalan di depan sekolah sangat membahayakan keselamatan anak-anak saat beraktivitas sekolah.

Bahkan, tidak sedikit siswa yang memilih berjalan kaki demi menghindari resiko terjatuh saat berkendara.

Selain berdampak pada keselamatan, kondisi jalan yang rusak juga menghambat mobilitas masyarakat.

Aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian khas wilayah Semende, turut terganggu akibat akses jalan yang tidak layak.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Mereka menilai jalan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah sekaligus penunjang aktivitas harian masyarakat.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan penting bagi kami,” ujar Rojak, warga setempat.

Sementara itu, pengamat sosial budaya, Marshal, menegaskan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa jika kerusakan jalan terus dibiarkan hingga menimbulkan korban, bukan tidak mungkin akan muncul tuntutan hukum terhadap pihak terkait.

Menurutnya, dalam perspektif hukum, kelalaian dalam penyediaan infrastruktur publik yang aman dapat berujung pada gugatan perdata maupun konsekuensi pidana.

Oleh karena itu, perbaikan jalan harus segera direalisasikan demi menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya (22/03/2026).

Hingga kini, warga masih menanti langkah nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa dari masyarakat.(jn.red)

Komentar