TANGERANG SELATAN,SumselPost.co.id — Pimpinan Komite IV DPD RI melakukan kunjungan kerja ke BPS Kota Tangerang Selatan, Senin (6/4/2026), untuk meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) serta mengidentifikasi berbagai persoalan daerah terkait implementasi UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Hj. Elviana, menegaskan bahwa SE2026 memiliki arti strategis bagi daerah dengan dinamika ekonomi tinggi seperti Tangerang Selatan. Ia menyoroti pentingnya data ekonomi yang akurat untuk mendukung kebijakan pembangunan. “Tangerang Selatan adalah kota dengan pertumbuhan usaha yang sangat cepat. Karena itu, pemutakhiran basis data usaha dan pencegahan undercoverage harus menjadi perhatian utama,” ujar Elviana.
Wakil Ketua Komite IV, Sinta Rosma Yenti, menekankan perlunya penguatan koordinasi antara BPS dan pemerintah daerah agar hasil SE2026 dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.
“Integrasi data sensus dengan NIB/OSS, data perizinan, dan ekosistem pembiayaan harus dipastikan sejak awal agar hasil SE2026 benar-benar berguna bagi perencanaan daerah,” tegas Sinta.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa BPS telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk memastikan pendataan berjalan akurat, termasuk strategi menjangkau usaha mikro, informal, musiman, dan usaha berbasis rumah tangga.
Dalam paparannya, Yusniar menegaskan bahwa BPS Banten memperkuat verifikasi lapangan, meningkatkan kualitas SDM petugas, serta menyiapkan mekanisme pengisian kuesioner daring yang inklusif. “Kami memastikan pengendalian mutu pendataan berjalan ketat dan perlindungan kerahasiaan data tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
SE2026 akan dimulai dengan pengisian kuesioner online pada 1–31 Mei 2026, dilanjutkan pendataan lapangan 1 Juni–31 Juli 2026. Di Tangerang Selatan, sensus ini diharapkan mampu memetakan perkembangan usaha hingga tingkat kelurahan dan menjadi dasar penting membaca arah transformasi ekonomi perkotaan. (MM)














Komentar