Komisi XII DPR: Berimbas terhadap Inflasi, Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Nasional44 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberikan tekanan terhadap harga energi global. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

Indonesia perlu segera memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia, mengingat sejumlah negara telah lebih dahulu mengambil langkah antisipatif.  Negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, misalnya, telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi BBM. Di samping itu, Singapura, Thailan, dan Vietnam juga telah mengalami kenaikan harga BBM.

Kondisi itu menjadi sinyal bagi Indonesia untuk menyiapkan langkah kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap kenaikan harga minyak. “Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” tegas Irsan, di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Ia menilai perbedaan antara asumsi harga minyak dalam APBN dan realisasi harga di pasar berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal negara, khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi.

Menurut Irsan menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas melalui langkah-langkah kebijakan yang tepat dan berkelanjutan, baik dari sisi pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, maupun upaya menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri. “Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Ia menambahkan bahwa dinamika harga energi turut memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait daya beli serta potensi tekanan inflasi.

Menurutnya, ketidakpastian global yang masih berlangsung memerlukan respons kebijakan yang adaptif dan terukur guna menjaga ketahanan ekonomi nasional. “Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya. (MM)

Komentar