Komisi VIII DPR RI Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Mesir

Nasional93 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Dr. KH. Maman Imanulhaq mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir. Menurutnya, hubungan pendidikan kedua negara memiliki sejarah panjang dan perlu terus dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa, riset, kemitraan perguruan tinggi, hingga penguatan jejaring akademik.

Dukungan tersebut menyusul penguatan kerja sama Indonesia-Mesir di bidang pendidikan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya memperluas kerja sama pendidikan dengan Mesir, termasuk melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan universitas, dan riset bersama.

“Ke depan Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antara universitas, riset bersama dan menjajaki peluang kerja sama di bidang-bidang lain,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Kiai Maman menilai penguatan kerja sama tersebut harus melibatkan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga lembaga serta komunitas yang selama ini menjadi penghubung mahasiswa Indonesia dengan institusi pendidikan di Mesir.

“Kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat. Sekarang saatnya kita memperluasnya menjadi kemitraan akademik yang produktif, termasuk melalui riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring pendidikan,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Kamis (15/10/2026)

Ia juga mengapresiasi pada Forkapmi, yang selama ini berperan sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir dan membantu memberikan pendampingan serta informasi kepada calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Al-Azhar.

“Forkapmi memiliki peran penting sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir. Kehadiran lembaga seperti ini membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Mesir,” kata Kiai Maman.

Menurutnya, peran konsultan pendidikan perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan internasional yang mendukung mobilitas akademik Indonesia-Mesir.

Prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar

Kiai Maman juga mengapresiasi semakin luasnya ruang bagi Indonesia di lingkungan akademik Al-Azhar. Salah satunya melalui keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Presiden Prabowo secara khusus menyebut perkembangan tersebut sebagai salah satu bukti meningkatnya kerja sama kedua negara. “Sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” ujar Prabowo.

Kiai Maman menilai keberadaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar memiliki makna lebih luas daripada sekadar pengajaran bahasa. “Ketika Bahasa Indonesia diajarkan di Al-Azhar, yang hadir bukan hanya bahasa, tetapi juga kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual dan pengalaman keislaman Indonesia. Ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan prodi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi semakin banyak kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Mesir.

Menurut Kiai Maman, penguatan kerja sama ke depan dapat mencakup double degree, riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan pusat kajian Indonesia, serta peningkatan kualitas pendampingan calon mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Mesir.

“Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga seperti Forkapmi dapat berjalan bersama. Dengan begitu, hubungan pendidikan Indonesia-Mesir tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi generasi muda,” katanya.

Ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Mesir memiliki modal sejarah yang sangat kuat, khususnya melalui Al-Azhar. “Al-Azhar adalah salah satu jembatan intelektual Indonesia dengan dunia Islam. Karena itu, memperkuat hubungan pendidikan dengan Mesir berarti juga memperkuat jejaring intelektual Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Sebelumnya Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan melalui peningkatan pertukaran mahasiswa, pemberian beasiswa, kemitraan antaruniversitas, hingga penelitian bersama. Kerja sama ini diharapkan semakin mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 11 Oktober 2026. (MM)

Komentar