SumselPost.co.id. PALEMBANG – Muhammad Umar Sopian (38), seorang petani asal Kelurahan Batu Belang Jaya, Kabupaten OKU Selatan, memberikan klarifikasi tegas terkait berita viral yang menyeret nama IPTU Ari Bayoga, SH. MM. Ia menyatakan bahwa tuduhan keterlibatan oknum polisi tersebut dalam jual beli atau penguasaan mobil bodong adalah tidak benar.
Dalam pernyataan resminya, Umar membeberkan kronologis kejadian yang terjadi pada Senin, 23 Februari 2026 di area parkir RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Kronologi Kejadian: Intimidasi Debt Collector
Peristiwa bermula saat Umar bersama istri sedang mengantarkan ayah mertuanya berobat ke RSMH Palembang. Sekira pukul 11:30 WIB, usai melakukan pemeriksaan kesehatan, Umar mendapati mobilnya dicegat oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector dari sebuah perusahaan pembiayaan.
“Saya dipaksa menyerahkan kendaraan. Karena merasa takut dan terintimidasi, saya menghubungi saudara saya, IPTU Ari Bayoga, untuk mendampingi dan menengahi permasalahan tersebut,” ujar Umar.
Sekitar pukul 12:30 WIB, IPTU Ari Bayoga tiba di lokasi untuk memediasi. Namun, pihak debt collector diduga meminta uang sebesar Rp10 juta sebagai syarat pelepasan mobil. Karena kondisi ekonomi dan fokus pada kesehatan mertua yang sedang sakit, Umar tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Akibatnya, mobil tetap ditahan di area parkir oleh para penagih hutang.
Melihat kondisi ayah mertua Umar yang membutuhkan istirahat total, IPTU Ari Bayoga kemudian membawa keluarga Umar untuk beristirahat di kediaman pribadinya menggunakan kendaraan milik IPTU Ari. Sementara itu, mobil milik Umar ditinggalkan di parkiran RSMH di bawah pengawasan para debt collector.
Sekitar pukul 18:30 WIB, Umar kembali ke parkiran untuk mengecek kendaraannya. Saat itu, para debt collector sudah tidak ada di lokasi. Namun, ia mendapati kondisi dua ban mobilnya telah dikempesi. Untuk keamanan, Umar membawa mobil tersebut ke rumah IPTU Ari Bayoga.
“Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Saya siap bertanggung jawab atas kebenaran cerita ini. Ini murni bantuan saudara di tengah musibah, bukan seperti berita miring yang beredar,” tutup Umar.( Red)















Komentar