Jadi Ketum Tenaga Pembangunan Sriwijaya, Sultan: Memperkuat Visi Pembangunan Daerah

Nasional28 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Sultan Baktiar Najamudin Ketua DPD RI secara resmi didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwidjaja. Penunjukan Sultan sebagai Ketua Ormas yang menghimpun Masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan itu dilaksanakan secara musyawarah mufakat pada acara Musyawarah Besar TP Sriwijaya ke-XIII di Jakarta Pusat pada Sabtu (27/6/2026).

Sultan menegaskan bahwa masih banyak tokoh Sumbagsel yang lebih pantas untuk memimpin TP Sriwijaya. “Namun dengan dukungan dan motivasi memperkuat visi pembangunan daerah, kami bersedia menerima kepercayaan peserta Mubes ke-XIII TP Sriwidjaja secara sukarela,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengatakan dalam sejarahnya TP Sriwidjaja adalah Ormas yang didirikan oleh para bekas pejuang tentara pelajar Sumatera Bagian Selatan pada 1968 dengan Visi yang penting bagi agenda pembangunan daerah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim saya terima untuk ditetapkan sebagai ketua umum DPP Tenaga Pembangunan Sriwidjaja periode 2026-2031. Mari kita jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar TP Sriwidjaja bisa lebih berdampak dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbagsel,” ujarnya.

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu juga mengungkapkan TP Sriwidjaja merupakan Salah satu paguyuban masyarakat terbesar di Indonesia dengan sederet tokoh besar di tingkat Nasional. “Kami optimis, dengan dukungan dan kerjasama juga kolaborasi semua keluarga besar TP Sriwijaya insha Allah setiap agenda Dan rencana kerja Organisasi akan lebih mudah untuk direalisasikan. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” pungkas Sultan.

Hadir sebagai peserta Mubes para Pengurus Daerah TP Sriwijaya dari beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jakarta, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, DPP Srikandi PT Sriwijaya, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya Nyimas Aliyah beserta jajaran pengurus, Sekretaris Jenderal DPD Komjen Pol. M. Iqbal, Ketua Percepatan Reformasi Polri Prof. Jimly Asshiddiqie, Erwin Singajuru, Prof. Juanda, dan sejumlah tokoh lainnya. (MM)

Komentar